Angkasa Pura 2

Sudah 6 Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Tewas Dihajar Corona

DermagaSabtu, 29 Februari 2020
lajner-diamond-princess-pokinuli-vse-passazhiry-ekipazh-prodolzhil-karantin-00ef3a6

LONDON (BeritaTrans.com) – Pada Jumat pagi, pihak berwenang Inggris melaporkan kematian pertama seorang warga negara Inggris akibat COVID-19, penyakit yang disebabkan oleh wabah coronavirus SARS-CoV-2 yang kini ada di seluruh dunia.

Pria itu, yang saat ini belum disebutkan namanya, adalah penumpang di atas kapal Pesiar Diamond Princess dan dipaksa untuk tinggal di Jepang untuk perawatan setelah dites positif virus, karena banyak penumpang Inggris lainnya dievakuasi pekan lalu. Lima kematian lainnya dari kapal sejauh ini adalah warga negara Jepang.

Sebanyak 705 orang dari kapal yang berisi 3.711 orang kini telah mengontrak COVID-19, dengan itu menjadi semakin jelas bahwa protokol karantina di kapal itu ditegakkan dengan buruk dan sama sekali tidak memadai untuk melindungi penumpang. 705 kasus diperkirakan berasal dari hanya satu orang dari Hong Kong yang menjadi penumpang di kapal pada akhir Januari dan kemudian dinyatakan positif virus setelah kembali ke rumah.

Japan Outbreak Cruise Ship

Karantina telah menuai banyak kritikan, termasuk dari profesor penyakit menular Jepang yang mengunjungi kapal dan dari orang lain yang menyarankan tiga minggu lalu, sejak awal karantina, bahwa strategi menjaga orang di kapal itu cacat.

Tidak diketahui berapa banyak orang yang masih sakit atau memang berapa banyak orang yang masih sakit dari kapal, tetapi kematian lebih lanjut tidak mungkin terjadi karena kapal pesiar cenderung populer di kalangan orang tua dan bahwa tingkat kematian yang dilaporkan dari COVID-19 adalah 3,6% untuk orang-orang di usia 60-an, 8% untuk orang-orang di usia 70-an dan 15% untuk mereka yang berusia 80 tahun ke atas.

Angka-angka ini dipasok oleh pemerintah China menggunakan data dari 44.000 kasus di China yang dikumpulkan hingga 11 Februari dan saat ini tidak diketahui bagaimana angka-angka ini akan berhubungan dengan orang yang tertular dan dirawat karena penyakit di berbagai negara.

Dievakuasi Pakai Pesawat Garuda

Sementara itu, Pemerintah menggunakan pesawat jenis Airbus 330 milik PT Garuda Indonesia Garuda Indonesia untuk memulangkan 68 Warga Negara Indonesia (WNI) dari kapal pesiar Diamond Princess.

“Airbus 330 jadi kapasitasnya cukup besar, nanti teman teman yang pulang itu cukup lega, jadi tidak terlalu berdempetan seperti mikrolet,” kata Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Arif Setiaputra di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (28/2/2020).

Pemerintah telah mengirim tim yang terdiri atas 23 personel untuk mengevakuasi 68 WNI ke Tanah Air. Seluruh WNI tersebut dikarantina di kapal pesiar Diamond Princess akibat wabah virus corona.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudimengatakan, tim evakuasi telah berangkat pada pukul 16.00 WIB menuju lokasi kapal pesiar Diamond Princess yang bersandar di Yokohama, Jepang.

“Pesawat Garuda Indonesia akan menuju ke Yokohama insya Allah akan berangkat sekitar pukul 16.00,” kata Retno di Bandara Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (28/2/2020).

Retno menjelaskan, pesawat tersebut akan mendarat di Bandara Haneda, Jepang pada pukul 01.00 WIB.

Pemulangan WNI akan dilakukan pada 1 Maret 2020 pukul 18.00 waktu Jepang dan sampai Indonesia pada dini hari.

Namun, Retno tidak menyebut di bandara mana tempat para WNI itu akan tiba.

“Rencana waktu keberangkatan adalah sekitar 18.00 dan akan tiba pada hari yang sama 1 Maret hampir tengah malam waktu Indonesia,” ungkap Retno.

Retno juga menegaskan, 68 WNI yang akan dievakuasi dari kapal pesiar Diamond Princess telah melalui proses pemeriksaan kesehatan.

Ia pun memastikan 68 WNI itu dalam kondisi sehat.

Dia mengemukakan pascaevakuasi, mereka akan menjalani proses observasi begitu tiba di Tanah Air.

Observasi itu rencananya dilakukan di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu.

“Saya sampaikan menurut rencana 68 WNI kita juga akan melalui proses serupa dan akan dibawa ke (tempat) tersebut (Pulau Sebaru Kecil),” kata Retno