Angkasa Pura 2

KKP Tangkap 5 Kapal Ilegal Fishing di Natuna, 68 Awak Kapal Diamankan

Dermaga Kelautan & PerikananRabu, 4 Maret 2020
IMG-20200304-WA0017_resize_41

IMG-20200304-WA0023_resize_13

BATAM (BeritaTrans.com) – Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), KKP, lakukan penangkapan lima kapal asing ilegal di perairan Natuna Utara, pada 1 Maret 2020.

Sebanyak 68 awak kapal berkewarganegaraan Vietnam berhasil diamankan dari kapal-kapal tersebut.

Kapal yang ditangkap ialah  KG 94376 TS, PAF 4837, KG 94654 TS, PAF 4696 dan KG 95786 TS.

Selanjutnya, para pelaku illegal fishing akan diproses lebih lanjut di Pangkalan PSDKP Batam.

“Ini luar biasa, capaian ini harus mejadi capaian kita bersama,” kata Edhy saat konferensi pers di Pangkalan PSDKP Batam, Rabu (4/3/2020).

Keberhasilan petugas membekuk kapal ikan asing itu,  tak terlepas dari operasi yang dilaksanakan oleh lima kapal PSDKP: KP Paus 01, KP Hiu Macan Tutul 02, Orca 01, KP Orca 02, dan KP Orca 03. Operasi tersebut sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo serta harapan dari DPR untuk meningkatkan pengawasan dan wujud kehadiran negara di Laut Natuna.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo mengapresiasi jajarannya atas keberhasilan tersebut. Bahkan, ia menegaskan bahwa penjagaan laut Indonesia tidak akan pernah berhenti.

Adapun modus operasi yang dilakukan oleh kelima kapal ikan asing tersebut. Bermula dari deteksi oleh kapal PSDKP di posisi 01’43.611′ Lintang Utara dan 104’48,079′ Bujur Timur (Barat Daya Pulau Tarempa).

Wilayah tersebut merupakan perairan ZEE Indonesia yang berbatasan dengan overlapping claimed area Indonesia-Malaysia.

Mereka tidak mengibarkan bendera kebangsaan kapal dan menggunakan kode C2 pada lambung kapal, kode tersebut biasa digunakan oleh kapal ikan Malaysia yang beroperasi di wilayah ZEE.

“Kapal ikan asing ilegal ini mencoba mengelabui aparat kita dengan seolah-olah mereka kapal ikan asal Malaysia,” terang Edhy.

Namun, siasat tersebut tak mampu mengelabui aparat yang kemudian melakukan penangkapan.

Saat diperiksa petugas, mereka tidak memiliki dokumen yang menunjukkan klaim berasal dari Malaysia. Bahkan, mereka ternyata berkewarganegaraan Vietnam.

“Saya yakin pencurian ini tidak akan berhenti, penjagaan juga tidak akan berhenti. Terimakasih semua awak kapal dan keberanian dan kekompakan kalian di tengah lapangan (laut),” katanya.

Dalam catur wulan kepemimpinannya di KKP, Menteri Edhy telah menangkap 13 kapal ikan asing ilegal dengam rincian 8 dari Vietam, 4 Filipina dan 1 Malaysia. (fahmi)