Angkasa Pura 2

Negara Lain Larang Sementara Kunjungan Kapal Pesiar, Indonesia Masih Boleh

DermagaSenin, 16 Maret 2020
4c68cd641a58732abc4f13c7433f6a07

MELBOURNE (BeritaTrans.com) – Wabah virus Corona mendorong otoritas Australia dan Selandia Baru menyusul Amerika dan Kanada untuk menyetop sementara kunjungan kapal pesiar dari luar negeri. Hal berbeda terjadi di Indoensia, yang justru masih memperbolehkan kapal pesiar asing singgah.

Australia akan melarang kapal pesiar dari pelabuhan asing untuk periode awal 30 hari.

Perdana Menteri Scott Morrison membuat pengumuman selama akhir pekan. Australia sekarang memiliki sekitar 250 kasus dikonfirmasi virus corona (COVID-19), termasuk Menteri Dalam Negeri negara Peter Dutton.

Morrison juga telah memberlakukan periode isolasi diri 14 hari pada semua pelancong internasional dari tengah malam pada hari Minggu.

Kapal pesiar sudah terpengaruh dengan kebijakan itu. Kapal MSC Magnifica tidak diizinkan untuk turun di Hobart, Tasmania, pada hari Sabtu.

Perdana Menteri Tasmania Peter Gutwein kini telah mengarahkan TasPorts untuk menangguhkan semua kunjungan kapal pesiar hingga 30 Juni.

Gutwein mengatakan, “Kita dapat meminta 2.500 orang turun ke Hobart dan memutuskan bahwa mereka tidak ingin kembali dengan kapal pesiar. Itu akan menjadi signifikan membebani sumber daya lokal kita sendiri baik dalam hal perumahan maupun rumah sakit kita.”

Chief Executive Officer TasPorts, Anthony Donald, mengatakan TasPorts bekerja erat dengan jalur pelayaran yang terkena dampak dan pemangku kepentingan industri untuk memfasilitasi dan memungkinkan pengalihan yang aman ke pelabuhan lain. Musim pelayaran puncak 2019-2020 di Tasmania diperkirakan selesai pada awal April.

Di Selandia Baru, seorang penumpang di Golden Princess sedang diuji untuk coronavirus, dan tiga lainnya telah dimasukkan ke dalam karantina setelah menunjukkan beberapa gejala atau telah melakukan kontak dengan kasus yang dikonfirmasi. Kapal tiba di Akaroa pada hari Minggu, tetapi penumpang tidak diizinkan untuk turun.

Selandia Baru telah mengumumkan bahwa para pelancong harus mengisolasi diri pada saat kedatangan mereka ke Selandia Baru, kecuali bagi mereka yang datang dari Kepulauan Pasifik.

Kapal pesiar tidak akan diizinkan untuk mengunjungi negara sampai setidaknya 30 Juni. Selandia Baru saat ini memiliki kurang dari 10 kasus yang dikonfirmasi dari coronavirus.

Bagaimana Indonesia? Masih Boleh!

Kapal pesiar MV Colombus yang mengangkut sebanyak 1.044 wisatawan mancanegara bersandar di dermaga pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah, Jumat (13/3/2020).

5e6b4b666b958Kapal Pesiar MV Colombus saat hendar bersandar di pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jumat (13/3/2020). Foto: KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA

Sebelumnya kapal pesiar itu sempat singgah di Lombok dan berencana meneruskan perjalanan ke Jakarta.

Kapal dijadwalkan tiba di dermaga pukul 06.00 WIB, namun baru bisa bersandar pukul 11.00 WIB.

Para penumpang kapal juga sudah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di atas perairan.

Setibanya di dermaga, para penumpang diperiksa suhu tubuh menggunakan alat Thermal Scanner yang dipasang di lorong pintu keluar.

“Hasil pemeriksaan clear, tidak ada yang positif (Covid-19 atau virus corona),” ujar Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Semarang Ariyanti melalui pesan singkat, Jumat (13/3/2020).

Sementara itu, Supervisor Nusantara Tour Maria menuturkan, sebagian besar wisatawan mancanegara itu berasal dari Kanada, Amerika, Inggris, Jerman, Belanda dan Australia.

Sandar di Gili Mas Lombok Barat

Sebelumnya Columbus, bersandar di Pelabuhan Gili Mas, Lembar, Lombok Barat, NTB.

Kapal yang membawa 1.300 wisatawan itu bersandar Selasa (10/3/2020) pagi.

Kedatangan wisatawan ini disambut musik tradisional gendang beleq.

5e67424714f75

Namun, sebelum kapal bersandar, petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Lembar, telah berkomunikasi dengan nakhoda atau kapten kapal terkait kondisi kapal dan seluruh penumpangnya.

Kapal diizinkan bersandar, setelah ada bendera kuning yang artinya kapal dan seluruh penumpangnya sehat.

Tidak cukup dengan laporan dari nakhoda kapal, petugas KKP wajib melakukan pemeriksaan terlebih dahulu ke dalam kapal.

MS Coral Adventurer Sandar di Makassar

MS Coral Adventurer, kapal pesiar berbendera Australia, akhirnya diperbolehkan bersandar di Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, Sulawesi Selatan.

Izin bersandar diberikan setelah Kantor Kesehatan Pelabuhan Makassar memeriksa seluruh penumpang dan awak kapal MS Coral Adventurer.

Dalam pemeriksaan pada Rabu (11/3/2020), 44 orang penumpang dan 34 crew kapal pesiar itu dinyatakan sehat, tidak ada yang menunjukkan gejala terinfeksi virus corona.

“Jika para penumpang itu telah melewati standar protokol pemeriksaan Covid 19 dan mendapat rekomendasi sehat dari tim medis KKP maka tidak ada alasan untuk melarangnya berlabuh di Makassar,” kata Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb usai bertemu dengan sejumlah pejabat Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I di Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar, Kamis (12/3/2020).

Rencananya, setelah Kapal Pesiar MS Coral Adventure berlabuh di Dermaga Soekarno Hatta, sebanyak 44 penumpang yang semuanya warga negara Australia akan berada di daratan Makassar selama empat jam.

“Mereka akan ke Fort Rotterdam untuk foto-foto, selanjutnya makan siang di salah satu hotel di daerah Pantai Losari, dan kemudian ke Airport Sultan Hasanuddin untuk melanjutkan perjalanan dengan pesawat terbang ke negaranya,” jelasnya.

Sebelumnya telah diberitakan, petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Makassar telah memeriksa kesehatan terhadap penumpang dan kru kapal pesiar berbendera Australia MS Coral Adventurer yang hendak berlabuh di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (11/3/2020).

Viking Sun Sandar di Bali

Sebelumnya penumpang kapal pesiar Viking Sun diizinkan turun Pelabuhan Benoa, Bali, Minggu (8/3/2020).

Hal itu terjadi setelah pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pelabuhan Benoa, memastikan para penumpang kapal berbendera Norwegia itu negatif dari virus corona.

5e61ae0f9328cPetugas pelabuhan memasukkan logistik ke Kapal Pesiar Vikjng Sun di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Kamis. (Foto: ANTARA/ I.C.Senjaya)

Seperti diketahui, kapal berpenumpang 1.308 tersebut sempat ditolak untuk berlabuh di sejumlah pelabuhan di Indonesia.

Pemerintah daerah setempat melakukan proteksi dari wabah virus corona.

Dari riwayat perjalanannya, Kapal Viking Sun sempat berlabuh di negara yang terjangkut virus Covid-19.