Angkasa Pura 2

Kemenhub Batalkan Penyelenggaraan Mudik Gratis Angleb 2020

Dermaga KoridorSenin, 23 Maret 2020
IMG-20200314-WA0017

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat resmi menghapus atau membatalkan program mudik gratis pada masa Angkutan Lebaran 2020.

Kebijakan ini diambil setelah mempertimbangkan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit akibat Virus Corona di Indonesia yang berlaku selama 91 hari terhitung sejak 29 Februari – 29 Mei 2020.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi menegaskan, baik program mudik gratis yang diadakan oleh Kementerian Perhubungan, BUMN, hingga swasta akan ditiadakan.

“Melihat kondisi penyebaran virus Covid-19 yang begitu masif belakangan ini, saya pikir ini keputusan yang tepat walau berat, mudik gratis akan dibatalkan,” ujar Dirjen Budi di Jakarta, Senin (23/3/2020).

Oleh karena itu dia berharap masyarakat pun dapat mengerti dan mematuhi apa yang sedang dilakukan pemerintah.

“Saat ini kami juga aktif mendorong masyarakat untuk tidak mudik, meminimalisir mobilisasi agar tidak memperluas kemungkinan penularan Covid-19,” katanya.

Untuk di Ditjen Perhubungan Darat, baik mudik gratis dengan bus dan kapal penyeberangan semuanya akan dihapuskan dari rencana semula.

“Kepada masyarakat yang sudah mendaftar mudik gratis, kami mohon maaf atas pembatalan ini. Saya imbau juga untuk masyarakat pada umumnya untuk tidak melakukan perjalanan dulu hingga situasi kondusif,” ungkap dia.

Saat ini akan berganti fokus, saling bantu-membantu antara pemerintah pusat maupun daerah untuk mengatasi penularan Covid-19. Karena diketahui bersama dengan mudik, artinya ada arus orang banyak yang akan melakukan perjalanan. Ini tentu berbahaya dan berisiko tinggi jika tetap dilakukan.

Dirjen Budi mengharapkan, peran serta masyarakat untuk tidak bepergian apalagi melakukan mudik pada saat libur Lebaran nanti.

“Mudik ini melibatkan banyak massa, berpotensi menjadi titik penyebaran virus tersebut, yang mudik bepergian ke daerahnya masing-masing akan berpotensi membuat wilayah persebaran Covid-19 semakin luas. Kami akan gencarkan kampanye ini secara terus menerus,” pungkas Dirjen Budi. (omy)