Angkasa Pura 2

Sosialisasi Pencegahan Corona pada Pembangunan Tol Pertama di Aceh

Ekonomi & Bisnis KoridorSenin, 23 Maret 2020
71cdc738-b7b8-4fa5-b66a-6b2565ac8ca9_169

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Tak hanya fokus agar pembangunan jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Sigli – Banda Aceh (Sibanceh) dapat selesai tepat waktu. Hutama Karya, yang merupakan owner proyek tol Sibanceh turut andil untuk memberikan pemahaman mengenai pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Oleh karena itu, Hutama Karya mengajak seluruh karyawan dan pekerja proyek di ruas tol Sibanceh untuk ikut dalam Sosialisasi Pencegahan Virus Covid-19 yang diselenggarakan oleh Adhikarya selaku kontraktor JTTS ruas tol Sibanceh, pada Rabu (18/3/2020).

Melalui kegiatan ini, Hutama Karya berharap seluruh karyawan proyek baik dari pihak owner maupun kontraktor dapat senantiasa menjaga kesehatan dan keselamatannya di tengah meluasnya penyebaran Covid-19.

Slamet Sudradjat, Pimpinan Proyek JTTS ruas tol Sibanceh mengatakan bahwa materi terkait dengan pencegahan Covid-19 dalam kesempatan kali ini disampaikan oleh Wahyu Zulfansyah, Kepada Bidang Pencegahan dan Pengendalian Dinas Kesehatan Aceh.

“Jadi seluruh karyawan Hutama Karya ruas tol Sibanceh ini kita ajak untuk diedukasi agar memahami apa itu Covid-19, mengetahui gejala-gejala yang ditimbulkan, dan langkah-langkah yang perlu diambil untuk mencegah serta panduan mencuci tangan yang benar,” ujarnya.

Lebih lanjut ia juga mengatakan bahwa di lingkungan proyek tol Sibanceh, Hutama Karya menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Kita lakukan pengecekan suhu tubuh setiap pergantian shift kerja, lalu kami sediakan hand sanitizer juga di lingkungan proyek. Lalu ya yang terakhir kita ikutkan teman-teman dalam sosialisasi tentang Covid-19,” ujar Slamet.

Ia berharap melalui partisipasi Hutama Karya dalam kegiatan ini, dapat meningkatkan kolaborasi yang solid antara Hutama Karya sebagai pemilik proyek dan Adhi Karya selaku kontraktor.

“Sehingga pembangunan JTTS ruas tol Sibanceh ini bisa tetap berjalan sesuai target di tengah virus Covid-19 yang terus merebak, tentu dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan lingkungan pembangunan tol Sibanceh,” ujarnya.

Jalan tol yang akan menghubungkan Kota Sigli dan Banda Aceh ini terdiri dari 6 seksi dengan total panjang yaitu 74 km. Adapun keenam seksi tersebut terbagi atas Seksi 1 Padang Tiji-Seulimum (24,3 km), Seksi 2 Seulimum-Jantho (7,6 km), Seksi 3 Jantho-Indrapuri (16 km), Seksi 4 Indrapuri- Blang Bintang (13,5 km), Seksi 5 Blang Bintang-Kuta Baro (7,7 km) dan Seksi 6 Kuto Baro-Baitussalam (5 km).

Senior Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Muhammad Fauzan menjelaskan bahwa proses pembangunan tol Sibanceh termasuk cukup cepat.

“Kita lihat bahwa tak lama setelah Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) yang dilakukan pada tahun 2018 silam, proses pembebasan lahan didukung secara penuh oleh Pemerintah Banda Aceh dan juga masyarakat setempat,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa dukungan tersebut menunjukkan antusias masyarakat Aceh akan hadirnya tol pertama di sisi Barat Indonesia yang diharapkan dapat mempermudah konektivitas masyarakat Aceh dan tentunya turut memberikan kontribusi dalam mendongkrak perekonomian Indonesia.

Hutama Karya menargetkan Ruas Sigli – Banda Aceh khususnya seksi 4 (Indrapuri – Blang Bintang) dapat segera rampung menjelang arus mudik lebaran tahun 2020 sehingga masyarakat dapat menggunakan fasilitas tol pertamanya di Kota Banda Aceh selama mudik lebaran tahun ini. (fhm/ sumer cnbcindonesia)