Angkasa Pura 2

Cegah Virus Corona, Perbatasan Aceh Tamiang Diperketat

KoridorSelasa, 24 Maret 2020
forkopimda-aceh-tamiang-saat-menyosialisasikan-pencegahan-virus-corona

KUALASIMPANG (BeritaTrans.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang mulai memperketat wilayah perbatasan dengan mengarahkan seluruh bus masuk terminal Kota Kualasimpang untuk pengecekan suhu tubuh penumpang.

Pemeriksaan ini pertama kali dilakukan pada Minggu (22/3/2020) malam hingga dini hari terhadap seluruh bus yang datang dari arah Sumatera Utara.

Tim gabungan yang diisi unsur Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, BPBD, TNI/Polri serta tim gugus tugas Corona ini memandu satu per satu bus antar-provinsi yang akan masuk ke Aceh ke dalam terminal.

Masing-masing petugas kemudian masuk ke dalam bus untuk memeriksa suhu tubuh penumpang.

Bupati Aceh Tamiang Mursil yang ikut langsung memeriksa suhu tubuh penumpang bus mengatakan pemeriksaan ini berkaitan langsung dengan instruksi Plt Gubernur Aceh.

Sebagai pintu utama masuk ke Aceh, Kabupaten Aceh Tamiang disebutnya memiliki tanggung jawab besar untuk mensterilkan seluruh wilayah Aceh dari ancaman virus Corona.

“Kita berfungsi sebagai perisai untuk daerah lain di Aceh.

Makanya kita mulai menjalankan fungsi itu dengan meningkatkan pemeriksaan di perbatasan,” kata Mursil, Senin (23/3/2020).

Kepala Dinas Perhubungan Aceh Tamiang, Syuibun Anwar menambahkan pemeriksaan ini akan dilakukan setiap malam, bukan hanya terhadap bus umum, tapi juga diarahkan ke mobil pribadi.

Untuk sementara kata dia pemeriksaan hanya diarahkan kepada penumpang bus, ke depannya tidak tertutup kemungkinan disertai penyemprotan disinfektan.

“Bisa jadi nanti Dinas Kesehatan akan menggunakan disinfektan,” kata dia.

Bagian Humas Setdakab Aceh Tamiang menginformasikan sejauh ini telah dilakukan pemeriksaan terhadap 183 orang yang memiliki riwayat perjalanan ke daerah transmisi penyebaran Covid-19.

Dari pemeriksaan itu 19 orang di antaranya ditetapkan sebagai Orang Dalam Pementauan (ODP) karena mengalami gejala demam disertai batuk dan pilek.

Hingga Senin (23/3/2020) siang, jumlah ODP di Aceh Tamiang sebanyak 23 orang.

Dengan rincian tiga orang sudah selesai menjalanai pemantauan selama 14 hari dan satu orang berstatus PDP dan sudah dirujuk ke RSU Cut Meutia Aceh Utara. (dan/serambinews.com/foto: ist)