Angkasa Pura 2

India Lockdown Total 21 Hari, 1,3 Miliar Penduduk Dikarantina

Another News BandaraSelasa, 24 Maret 2020
images

NEW DELHI (BeritaTrans.com) – Sebanyak 1,3 miliar penduduk India dikatantina massal setelah Perdana Menteri India Narendra Modi mengumumkan, negaranya memasuki masa lockdown total selama 21 hari untuk memerangi virus corona.

Modi menyatakan, Negeri “Bollywood” bakal memasuki masa karantina massal itu pada Selasa tengah malam waktu setempat (24/3/2020). Kebijakan yang berdampak pada 1,3 miliar jiwa.

“Mulai pukul 00.00 hari ini, seluruh negara akan ditutup. Lockdown total,” tegas Modi dalam tayangan televisi mengomentari kebijakan bagi negara berpopulasi terbesar kedua dunia itu.

“Untuk menyelamatkan India, bangsa ini, setiap warga, Anda, keluarga Anda, setiap jalan, setiap lingkungan akan mendapat kebijakan ketat,” tegasnya dikutip AFP.

Menyusul pengumuman itu, polisi akan bersiaga dengan jam malam bakal diberlakukan di sejumlah tempat, seperti dilaporkan Al Jazeera.

Otoritas kesehatan menyatakan, virus corona sudah menyebar dari kota-kota besar ke kawasan yang lebih kecil di Negeri “Bollywood”.

Dinas kesehatan di Negara Bagian Maharashtra berujar, kasus baru mulai bermunculan di kota kecil setelah terdeteksi di Mumbai.

“Tren ini jelas mengkhawatirkan. Sebab, kota kecil tidak mempunyai infrastruktur lengkap menghadapi wabah,” kata pejabat anonim tersebut.

Pemerintah negara bagian sudah menerapkan lockdown versi mereka, di mana bus dan kereta dilarang beroperasi, serta mengosongkan jalan raya.

Mengacu kepada pernyataan Modi, sekitar tiga per empat dari 1,3 miliar orang bakal dikarantina Selasa, dengan sisanya menyusul.

Para peneliti kesehatan mengaku khawatir. Sebab berdasarkan kalkulasi mereka, bakal ada jutaan orang yang terpapar Covid-19 pada pertengahan Mei.

Baca juga: Cegah Virus Corona, Salam Namaste dari India Jadi Populer

Sekelompok ilmuwan yang berbasis di AS pekan ini menuturkan, angka penularan di India bisa berkembang menjadi 1,3 juta jiwa jika dibiarkan.

“Bahkan dengan skenario terbaik sekali pun, kemungkinan, Anda masih berada dalam krisis,” kata Bhramar Mukherjee, profesor biostatistik dan epidemiologi di Universitas Michigan.

Kereta api India juga membatalkan semua layanan kecuali kereta kota dan kereta barang sampai 31 Maret.

Penerbangan internasional sudah dilarang beroperasi sejak seminggu yang lalu, sementara sekolah, fasilitas hiburan dan monumen seperti ikon Taj Mahal telah ditutup.

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari