Angkasa Pura 2

Erick Thohir: Angkasa Pura dan Kereta Api BUMN yang Siap Rugi karena Virus Corona

Bandara EmplasemenRabu, 25 Maret 2020
20200313_224100-553x400

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Menteri BUMN Erick Thohir membeberkan perusahaan negara harus siap rugi di tengah wabah virus corona. Kemungkinan ini bakal terjadi karena kegiatan ekonomi tak berjalan baik.

Dia pun mengungkapkan beberapa BUMN yang siap merugi karena corona. Di antaranya adalah PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), dan PT Kereta Api Indonesia (Persero).

“Masalah untung rugi nanti lah, jangan hari ini. Yang pasti kemarin sudah saya sampaikan, pada saat-saat ini pasti BUMN seperti Angkasa Pura, Kereta Api harus siap rugi karena harus siap layani masyarakat,” kata Erick dalam konferensi pers online, kemarin.

Adapun BUMN lain seperti bank-bank negara diprediksi tak akan rugi, sekalipun tetap beroperasi saat ini. Dalam keadaan saat ini, peran bank BUMN semakin dibutuhkan, salah satunya untuk menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT).

“Perbankan juga harus tetap buka, bukan berarti rugi kalau perbankan, apalagi ke depan ada program BLT. Banyak perusahaan bank BUMN yang menjadi tempat menyalurkan langsung ke rakyat, Telkom akan dilibatkan juga,” jelas dia.

Erick Thohir menegaskan semua BUMN tetap beroperasi dan melayani masyarakat meski ada virus corona. Di Kementerian BUMN pun tetap buka, tapi ada juga yang bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

“Kami tidak tutup, tapi memang sekarang seperti kementerian pun sudah tinggal 15 persen, bukan berarti tidak bekerja. Buktinya hari ini saya masuk kantor padahal giliran hari ini saya WFH, cuma kami lakukan hal-hal terbaik yang bisa kami lakukan,” terangnya.

jy0mkmbdnmydchfugyyn
Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) dengan Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo (kiri) dan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin (kanan). Foto: Ema Fitriyani/kumparan

Sebelumnya, Erick curhat mengenai kondisi yang dihadapi perusahaan negara karena virus corona. Katanya, BUMN harus siap merugi karena ada wabah ini, hal yang sama dialami banyak perusahaan di negara lain.

Untuk menyiasatinya, pemilik Mahaka Group ini telah meminta kepada BUMN terdampak di bawahnya melakukan stress test untuk menghadapi kemungkinan terburuk.

Salah satu dampak yang paling kelihatan, kata dia, adalah dividen dari BUMN. Sebelumnya, dia bilang ingin setoran mereka ke negara tahun ini harus naik, tapi karena semua negara diserang corona, maka bakal berdampak ke penerimaan yang berkurang.

“Saya enggak malu, kalau kemarin presentasi di DPR, ke Kementerian Keuangan, ke wartawan, mengenai dividen tahun depan. Ya jujur saja pasti berat karena kondisi ini. Yang tadinya kita mau ditingkatkan, cuma karena kondisi ini, lebih baik daripada saya bohongin diri sendiri, ini impact luar biasa,” bebernya beberapa hari lalu. (lia/sumber:kumparan)