Angkasa Pura 2

Akses Penerbangan Ditutup, Aktifitas Pesawat Sepi di Papua Kamis Pagi

Bandara KokpitKamis, 26 Maret 2020
226202065819

BEKASI (BeritaTrans.com) – Penutupan akses penerbangan menyebabkan tak terlihat aktifitas pesawat di kawasan Papua.

BeritaTrans.com dan Aksi.id melihat informasi dari flightradar24, tidak ada statu pun penerbangan di kawasan Papua, Kamis (26/3/2020) pagi.

Penutupan akses penerbangan efektif sejak Kamis (26/3/2020) itu juga tampak berimbas sunyinya penerbangan di kawasan Papua Barat.

Dibertiakan sebelummya, penutupan penerbangan itu mendorong Lion Air Group menghentikan sementara pelayanan ke Papua.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua resmi menutup akses jalur penerbangan dan pelayaran ke Bumi Cendrawasih menyusul status siaga darurat virus corona di wilayah.

Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan, mulai 26 Maret hingga 9 April 2020, akses orang atau penumpang baik melalui laut maupun udara akan ditutup sementara, guna mencegah penyebaran virus corona di Papua.

“Namun untuk angkutan barang dan bahan makanan tetap akan dibuka,” kata Gubernur Enembe seusai memimpin rapat Forkopimda terkait COVID-19 di Jayapura, dikutip Antara, Selasa (24/3).

Dia mengatakan, penutupan itu dilakukan hingga 14 hari ke depan dan akan diperpanjang bila terjadi peningkatan kasus.

Tidak ada istilah lockdown, kata Enembe, melainkan hanya pembatasan sosial. Dia menegaskan hal itu juga berlaku bagi penumpang kapal PT. Pelni, yang tidak akan diizinkan turun.

“Hanya barang yang diperbolehkan turun di bandara dan pelabuhan di Papua,” katanya.

Penutupan jalur penerbangan dan pelayaran ke Papua telah disepakati dalam rapat penanganan dan pencegahan Covid-19 yang digelar Lukas Enembe dan sejumlah pemimpin daerah lain.

Lukas dalam rapat itu sekaligus menyusun sejumlah langkah taktis yang akan diambil Pemprov Papua dalam menangani wabah pandemi global tersebut.

“Penutupan penerbangan dan pelayaran kapal penumpang di pintu-pintu masuk wilayah Papua, yaitu bandar udara, pelabuhan laut dan pos lintas batas darat negara (PLBN),” demikian salah satu poin hasil rapat dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (24/3).

Pemprov Papua lewat hasil keputusan rapat tersebut juga meminta kepada masyarakat agar tetap berada di rumah agar penyebaran Covid-19 bisa ditekan. Ia berharap warga bisa berinisiatif untuk melakukan karantina diri sendiri atau membatasi pergerakan di luar rumah.

Selain itu Pemprov Papua untuk saat ini juga akan membatasi WNA yang akan masuk ke Papua.

Selama masa penanganan dan pencegahan corona, Pemprov Papua tetap akan memastikan pengiriman logistik untuk keperluan medis, termasuk tenaga medis, terpenuhi. Hal itu agar para tenaga medis yang menangani para pasien corona tetap dalam kondisi aman.

Selain itu, pihaknya juga akan menerapkan jadwal pemenuhan kebutuhan pokok bagi warga selama masa Siaga Darurat corona di Papua. Jadwal pemenuhan kebutuhan pokok itu akan dibatasi mulai pukul 06.00 WIT sampai dengan 14.00 WIT.

“Khusus pasar mama-mama Papua mulai jam 16.00 sampai dengan pukul 20.00,” ujar Lukas.

Pemrov Papua kini juga sudah membentuk Tim Pengamanan dan Hukum Satgas Covid-19 Provinsi Papua. Satgas tersebut nantinya akan membatasi aktivitas warga yang membandel beraktivitas di luar rumah.

Nantinya Tim Satgas akan mengambil langkah tegas untuk mendisiplinkan warga agar menaati himbauan pemerintah dalam melakukan social distancing.

Pembatasan pergerakan penduduk di Papua secara total akan pihaknya lakukan jika terjadi peningkatan jumlah PDP dan pasien positif yang signifikan.

Status Siaga Darurat akibat wabah Corona di Papua sebelumnya diputuskan Lukas Enembe lewat Surat Pernyataan Gubernur Papua Nomor 440/3235/SET tertenggal 17 Maret lalu. Penetapan status itu dimulai sejak tanggal dikeluarkannya surat hingga 17 April mendatang.

Status Siaga Darurat itu kata Lukas bisa menjadi Tanggap Darurat seiring meningkatnya jumlah ODP, PDP, dan pasien positif corona di Papua. (thr/osc)