Angkasa Pura 2

Penumpang di Bandara Sydney Antre Berdesakan, Tak Ikuti Anjuran ‘Physical Distancing’

BandaraKamis, 26 Maret 2020
Screenshot_20200326_225700

Sydney (BeritaTrans.com) – Penumpang pesawat yang baru mendarat di Bandara Internasional Sydney, hari Kamis (26/03), tampak tak menghiraukan anjuran ‘physical distancing’ atau menjaga jarak satu sama lain.

Petugas perbatasan mengatakan mereka tidak bertanggung jawab mengatur antrian
Bandara Sydney kini menempatkan petugas untuk mengingatkan orang-orang untuk menjaga jarak.

Serikat pekerja mengatakan bandara telah menjadi tempat beresiko bagi penumpang dan staf yang bekerja

Video yang diambil Kamis pagi merekam banyaknya orang yang antre untuk keluar dari terminal kedatangan internasional

Pahadal selama seminggu terakhir pemerintah Australia sudah menyerukan agar menjaga jarak untuk menhindari penyebaran COVID-19.

Warga di Australia kini diminta untuk menjaga jarak setidaknya 1,5 meter, juga menghindari berkumpul dan berkerumun di tempat umum.

Video tersebut diunggah di jejaring sosial oleh Sally Prosser.

Ia mengatakan kepada ABC video itu diambil oleh salah seorang anggota keluarganya.

“Rasanya ini tamparan bagi semua orang lain yang melakukan pengambilan jarak sekarang” kata Sally.

“Di garis depan, tidak ada tindakan apapun, tidak seorang pun mendesak orang lain untuk mengambil jarak.’

12092848-3x2-large
Peringatan adanya COVID-19 di Bandara Sydney hari Kamis (26/3/2020). (ABC News: Myles Houlbrook-Walk)

Seorang penumpang, Zach Moore, memutuskan pulang ke Australia, setelah ia melakukan perjalanan dua minggu ke Chili.

Padahal awalnya ia berencana untuk melakukan perjalanan ‘backpacking’ selama enam bulan.

Zach mengatakan suasana di bandara Sydney kacau.

“Jelas sekali orang-orang berusaha menerapkan jarak, namun ketika begitu banyak orang saling mendorong, susah sekali mempertahankan jarak tersebut,” katanya.

Ia mengatakan petugas pabean Australian Border Force (ABF) menghentikannya saat merekam kejadian, bahkan mengecek ponselnya untuk memastikan ia menghapus rekaman.

“Tidak ada petugas polisi atau perintah apapun, setelah saya dilarang mengambil rekaman, aturan 1,5 meter itu tidak diterapkan sama sekali,” tambah Zach.

Ia mengatakan mereka yang mengambil video sempat bertanya kepada petugas ABF soal mengapa penumpang yang baru turun tidak dipaksa mengambil jarak.

Zach kemudian mendapatkan jawaban dari petugas yang mengatakan “itu bukan masalah kami, wewenang kami adalah biosekuritas”.

Bandara Sydney dalam pernyataannya mengatakan mereka sekarang sudah menempatkan petugas keamanan di terminal untuk mengingatkan penumpang untuk mengambil jarak.

Disebutkan bahwa prioritas dalam masa kritis apapun adalah kesehatan dan keselamatan staf, serta semua yang berada di bandara.

12092836-3x2-large
Bandara Sydney tampak sepi hari Kamis dengan tanda agar mereka yang datang untuk menjaga jarak. (ABC News: Myles Airport Houlbrook-Walk)

Serikat pekerja yang mewakili para pekerja di sektor layanan publik (CPSU), termasuk petugas ABF, menyalahkan pemerintah Federal atas apa yang terjadi di bandara Sydney.

Melissa Donnelly dari CPSU mengatakan masalahnya disebabkan oleh sejumlah aturan baru untuk memeriksa penumpang.

“Ada tambahan permeriksaan yang diumumkan pemerintah NSW, yang meminta semua penumpang untuk dites suhu tubuhnya,” kata Melissa.

“Anggota serikat kami telah menyampaikan kekhawatirannya, bahwa tak ada tempat yang cukup untuk melakukannya.”

ABC telah mencoba menghubungi ABF untuk memberikan penjelasan. (lia/sumber:abc.net)