Angkasa Pura 2

Risiko Bekerja di Pesawat saat Wabah Virus Corona, Pramugari Ini Karantina Diri Sendiri Jauh dari Masyarakat

Bandara KokpitJumat, 27 Maret 2020
5e201123aa442 (1)_resize_29

Melihat bagaimana kru pesawat mempersiapkan penerbangan di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19, dan repotnya menenangkan penumpang, yang panik, hingga mengkarantina diri sendiri jauh dari keluarga.

Brian, kru kabin American Airlines (yang tak mau mengungkap nama bekalangnya) mengatakan “maskapai telah melakukan lebih dari yang saya pikirkan.

Mereka membersihkan pesawat dan meminta pramugari mengenakan sarung tangan dan masker jika ada.

Satu pilot (yang tidak ingin memberitahu identitasnya) mengatakan, “maskapai tempatku bekerja sudah melakukan pekerjaan dengan baik. Mereka mengirimkan informasi terbaru tentang virus dan dampaknya pada operasional kami.”

Lanjut pilot, “Protokol CDC untuk melindungi diri kami sendiri juga terus diingatkan. Mereka mematuhi pembatalan rute sesuai aturan.”

Meski demikian, kru kabin lain mengatakan, jika tindakan itu masih dinilai kurang dan belum mampu mengatasi ketakutan mereka.

Domenica, seorang pramugari untuk maskapai yang berbasis di AS, mengatakan, “Akan menyenangkan mengetahui rencana apa yang mereka miliki untuk kita jika pandemik ini tidak terkendali.”

Terbang selama pandemik digambarkan oleh anggota kru sebagai sesuatu yang gila.

Mereka menyaksikan bagaimana kepanikan dari para penumpang pesawat.

Domenica melaporkan, “Orang-orang di setiap penerbangan berebut ke tempat duduk mereka dan mengeluarkan tisu mereka dan menghapus semuanya”

Kru juga melaporkan jika banyak penumpang yang salah saat menggunakan masker.

Seorang pilot mengatakan banyak orang, “hanya menutupi mulut mereka dan bukan hidung mereka. Tidak benar-benar berfungsi dengan baik. ”

Berbagai pengalaman kurang mengenakan dialami pramugari selama pandemik corona.

Dari terdampar di tempat yang terdampak corona, diisolasi, penambahan jam kerja hingga peralihan rute penerbangan yang tiba-tiba.

Pramugari sangat sadar akan potensi mereka sebagai penyebar virus corona.

Domenica mengatakan, “saya tidak takut sakit, saya hanya takut menjadi pembawa ke orang lain.

Saya menyentuh banyak hal dan terus-menerus melakukan interaksi tatap muka dengan ratusan orang setiap hari.

Saya mengkarantina diri sendiri jauh dari kakek-nenek saya, jauh ​​dari masyarakat.

Saya sedikit takut memberi tahu orang-orang apa yang saya lakukan untuk mencari nafkah saat ini.

Sedih rasanya jika harus memiliki pekerjaan berisiko menularkan wabah ke orang lain,” ujarnya. (fhm/tribuntravel, foto pixabay)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari