Angkasa Pura 2

Bersama Insan Maritim, KSOP Panjang Siapkan Crisis Center Covid-19

DermagaSenin, 30 Maret 2020
IMG-20200330-WA0030

IMG-20200330-WA0032

LAMPUNG (BeritaTrans.com) – Ditengah merebaknya wabah Corona Virus Diseae (COVID 19) saat ini, tentunya perlu dilakukan tindakan pencegahan dan penanganan agar penyebaran virus covid 19 dapat terhenti.

Menyikapi hal tersebut, KSOP Kelas I Panjang bersama insan maritim di Propinsi Lampung menyiapkan Crisis Center Covid 19 untuk menekan Dampak dari Penyebaran, khususnya di wilayah kerja Pelabuhan Panjang.

“Mewabahnya Virus Covid-19 yang terjadi di Indonesia, cukup memengaruhi kondisi aktifitas kinerja di Pelabuhan Panjang, yang tentunya akan berdampak pada perekonomian khususnya di Propinsi Lampung, untuk itu perlu adanya langkah-langkah pengendalian agar penyebaran virus covid19 ini dapat ditekan,” jelas Kepala KSOP Kelas I Panjang, Andi Hartono dalam pembukaan Rapat Antisipasi Penyebaran Virus Corona di wilayah Pelabuhan Indonesia di Lampung, Senin (30/3/2020).

Dalam rapat tersebut hadir para pimpinan insan maritim se Propinsi Lampung, antara lain Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Lampung Amrul Adriansyah, Direktur Polairud Polda Lampung Ivan Setiadi, General Manager IPC Panjang Drajat Sulistyo, Jajaran pimpinan Kantor Kesehatan Pelabuhan, Badan Usaha Pelabuhan (BUP), Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS), dan pimpinan Asosiasi bidang pelayaran.

Pembentukan Crisis Center covid 19 kata dia, dimaksudkan untuk menjalankan Standar Operasional dan Prosedur Penanganan Kapal dan Pasien di atas kapal yang terpapar Covid 19 yang telah ditetapkan oleh Kepala KSOP Kelas I Panjang pada 16 Maret 2020.

Dengan begitu, protokol keselamatan dan kesehatan dapat dijalankan secara cepat, tepat dan maksimal.

“Crisis Center Covid 19 merupakan kerangka organisasi yang segera bisa aktif jika ada keadaan yang dianggap kritis untuk proses pengambilan keputusan,” ungkapnya.

IMG-20200330-WA0031

Pengambilan keputusan ada di bawah Kepala kantor KSOP Kelas I Panjang langsung, badan ini anggotanya dibagi dua yaitu anggota tetap dan tidak tetap dari Seluruh pemangku kepentingan di bidang pelayaran, baik Instansi Pemerintah, BUMN, Swasta maupun stakeholder lainnya.

Rencananya, sebagai alternatif lokasi penempatan posko crisis center akan ditempatkan di lokasi IPC Panjang.

“Untuk Pelabuhan Panjang, Kami telah menyediakan ruang khusus isolasi jika ada awak kapal yang terpapar Covid19” ujar GM IPC Panjang, Drajat Sulistio.

Untuk itu, pihaknya butuh bantuan pengamanan dari Danlanal maupun Dirpolairud untuk memperketat penjagaan di Pos I Pelabuhan Panjang.

Menanggapi hal ini, Dirpolairud Polda Lampung, Ivan Setiadi mengungkapkan, akan menyediakan tambahan 13 ruang khusus isolasi di Rumah Sakit Bhayangkara milik Polri.

Sedangkan untuk ruang Crisis Center akan dilengkapi dengan berbagai peralatan pendukung seperti, Alat Pelindung Diri (APD), Cairan Sanityzer, Thermometer, vitamin, dan sebagainya.

“Alhamdulillah seluruh insan maritim Propinsi Lampung menyambut baik hal ini dan bersepakat untuk segera menerapkan crisis center covid 19 ini agar rantai penyebaran pandemi Covid19 dapat terputus,” pungkas Andi. (omy)