Angkasa Pura 2

Presiden Jokowi: Mudik Lebaran Sangat Berisiko Sebarkan Virus Corona

mudik ya

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Wabah corona atau Covid-19 di Indonesia yang angka kasusnya tak bisa dikendalikan pemerintah, diprediksi masih akan berlangsung hingga Lebaran pada Mei 2020.

Presiden Joko Widodo bersama beberapa menteri membahas antisipasi pemerintah menghadapi mudik lebaran di tengah wabah corona.

“Siang hari ini membahas khusus (mudik) karena melibatkan mobilitas orang yang sangat banyak,” ucap Jokowi dalam ratas online, Senin (30/3).

Jokowi mengatakan pada tahun 2019 ada 19,5 juta orang yang mudik ke seluruh Indonesia. Jika dibiarkan, maka kasus corona diprediksi akan meledak lebih besar.

“Maka dari itu, di tengah merebaknya pandemi Covid-19, ada mobilitas orang yang sebesar itu sangat berisiko memperluas penyebaran Covid-19,” tuturnya.

Namun, arus mobilitas pulang ke kampung halaman ternyata sudah terjadi karena tak ada pemberlakuan lockdown atau karantina wilayah.

“Laporan yang saya terima dari gubernur Jateng, gubernur DIY, pergerakan arus mudik sudah terjadi lebih awal dari biasanya,” ucap Jokowi.

“Sejak tanggap darurat di DKI Jakarta, telah terjadi percepatan arus mudik terutama pekerja informal di Jabodetabek ke Jabar, Jateng, DIY, dan Jatim,” ujar Jokowi saat membuka ratas.

Jokowi mencatat, dalam 8 hari terakhir ada 876 armada antarprovinsi yang membawa pemudik dari Jabodetabek ke sejumlah provinsi di Pulau Jawa.

“Ada 867 armada bus antarprovinsi yang membawa 14 ribu penumpang dari Jabodetabek ke Jabar, Jateng, Jatim, DIY. Ini belum dihitung yang gunakan transportasi massal lain seperti kereta api, kapal, dan mobil pribadi,” kata Jokowi.

Hal ini dikhawatirkan akan menambah penyebaran virus corona. Jokowi mengatakan pemerintah saat ini fokus membatasi pergerakan orang dari satu tempat ke tempat lain demi mencegah meluasnya penyebaran virus corona.

Dia pun meminta kepala daerah dan kementerian terakit untuk mengambil langkah lebih tegas untuk membatasi pergerakan warga yang hendak pulang kampung. (ds/sumber kumparan)