Angkasa Pura 2

Dampak Covid-19, Penumpang Pesawat, Kereta Api dan Kapal Anjlok

Dermaga Emplasemen KokpitRabu, 1 April 2020
unnamed_resize_57

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, angkutan udara, darat, dan laut mengalami penurunan penumpang dan barang pada Februari 2020. Hal itu disebabkan adanya wabah Covid-19.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, jumlah penumpang domestik angkutan udara turun 8,08% pada Februari 2020 dibandingkan dengan Januari 2020.

Lebih lanjut, dia memerinci jumlah penumpang domestik angkutan udara sebanyak 5,79 juta pada Februrari 2020, sedangkan bulan sebelumnya (Januari 2020) sebesar 6,29 juta. Penurunan jumlah penumpang juga terjadi pada penerbangan internasional, yang mengalami penurunan 33,04%.

“Dampak Covid-19 belum terlihat pada penerbangan domestik, tapi besar bagi penerbangan internasional, turun month to month 33% menjadi 1,13 juta orang dari 1,68 juta di Januari,” ujarnya.

Sementara penumpang kereta api, BPS mencatat jumlahnya sebanyak 32,29 juta atau turun 5,41% dibandingkan bulan sebelumnya yang sebanyak 34,13 juta. Sedangkan jumlah barang yang diangkut turun 12,67% menjadi 3,93 juta ton.

“Angkutan kereta barang turun 12,67%, terjadi pada peti kemas di wilayah Jawa,” katanya.

Sedangkan yang terakhir, jumlah penumpang yang diangkut oleh kapal tercatat sebanyak 1,99 juta orang atau turun 9,78% dibandingkan bulan sebelumnya yang sebanyak 2,21 juta orang. Untuk barang yang diangkut oleh kapal ada sebanyak 24,05 juta ton atau turun 4,06%.

Imbas karena adanya wabah Covid-19 membuat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) Februari 2020 sebesar 885,1 kunjungan, menurun 30,42% dibandingkan bulan Januari 2020 yang mencapai 1,27 juta orang.

Adapun, secara kumulatif (Januari-Februari 2020) jumlah kunjungan wisman sepanjang hanya mencapai 2,16 juta kunjungan, turun 11,8% dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode Januari-Februari 2019 yang berjumlah 2,45 juta kunjungan.
(fhm/cnbc)