Angkasa Pura 2

Kemenko Marves Soal Mudik: Bus Tak Sesak, Orangnya Bersih, dan Ada Insentif bagi yang Tak Pulang Kampung

Emplasemen KoridorKamis, 2 April 2020
bus-di-terminal-553x400

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Sepertinya masih belum ditemukan titik terang terkait pelarangan tidak mudik. Secara spesifik tidak disebut pelarangan, namun ada beberapa catatan yang diluncurkan pasca Rapat Terbatas (Ratas).

“Tadi baru ada Ratas. Arahnya Presiden mengatakan komprehensif secara keseluruhan dan bukan sepotong-sepotong. Saya melihat enggak spesifik mudik. Kita harus melihat fenomena eksodus orang- luar Jakarta. Pemerintah sudah menyiapkan pengamanan sosial. Intinya sudah disiapkan insentif bagi orang-orang yang tinggal di Jakarta berupa (pemberian) kebutuhan pokok dan yang lainnya,” urai Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves Ridwan Jamaluddin di Jakarta, Kamis (2/4/2020)

Meski kebiasaan pulang kampung atau mudik masih jauh lantaran biasanya dilakukan menjelang Lebaran, Ridwan menyampaikan bahwa saat ini sudah mulai banyak masyarakat yang melakukannya, terutama mereka yang bekerja di sektor non formal.

Namun, pihaknya akan mengendalikannya agar tidak membawa penularan penyakit ke daerahnya masing-masing.

“Cara yang lain memastikan mereka yang pulang harus ‘bersih’,” ujarnya.

Selain itu, implementasinya secara tepat adalah jaga jarak. Bus jangan penuh sesak, kereta juga sama. Kondisikan agar jalanan lancar.

“Itu masih akan dibahas detilnya,” kata dia.

Terkait koordinasi dengan Daerah, dituturkan Ridwan, setiap hari lebih dari satu kali dilakukan, melalui grup Media Sosial, disitu ada perwakilan daerah yang mobilisasi dari Jakarta itu banyak seperti Jawa Tengah, Lampung dan lain-lain. 

“Kita tahu Gubernur Jawa Barat, Jateng dan lain berusaha keras mengimbau agar masyarakat tidak pulang dalam waktu dekat. Kemudian ada Gubernur mewajibkan karantina,” imbuhnya.

Namun kalau pemerintah bagimana mengharmoniskannya antara Pemda dan masyarakat.

“Karena tidak mungkin membiarkan orang yang sudah di tengah jalan pulang ke kampungnya terus ditahan masuk,” tutup dia. (omy)