Angkasa Pura 2

30.000 Pegawai British Airways Dicutikan, Gaji Dibayar 80%

Ekonomi & Bisnis Kokpit SDMJumat, 3 April 2020
images (6)

LONDON (BeritaTrans.com) – Maskapai penerbangan Inggris, British Airways, memberlakukan skema cuti berbayar bagi 30 ribu karyawan, termasuk kru kabin dan teknisi pesawat.

Keputusan mencutikan pegawai itu akibat turunnya perjalanan internasional akibat virus corona (covid-19).

Pandemi itu memaksa maskapai mendaratkan (grounded) pesawat dan memangkas biaya operasional.

Maskapai itu diketahui memiliki 45.000 pegawai. Sebanyaak 3.000 di antara berprofesi sebagai pilot.

images (7)
Mengutip CNN.com, Jumat (3/4) manajemen menyatakan perusahaan menerapkan skema cuti berbayar untuk mengurangi dampak tekanan finansial kepada staf.

Setelah pembicaraan dengan serikat pekerja, British Airways setuju untuk memberi setiap pekerja 80 persen dari gaji reguler mereka, tanpa batasan penghasilan.

Serikat pekerja Inggris, Unite mengungkapkan sebesar 2.500 poundsterling Inggris atau setara US$3.095 akan dibayarkan oleh pemerintah. Sisanya, akan dipenuhi oleh British Airways.

Kebijakan cuti berbayar itu akan berlaku hingga Mei mendatang, sehingga perseroan tidak akan melakukan PHK dalam waktu tersebut.

Pejabat Unite Oliver Richardson mengatakan cuti berbayar merupakan kesepakatan terbaik bagi anggotanya. “Kesepakatan itu melindungi pekerja British Airways juga melindungi gaji mereka,”katanya.

Pandemi virus corona membuat seluruh maskapai penerbangan di dunia bertekuk lutut, terutama di Eropa dan Amerika Utara. Sebab, AS telah melarang penerbangan dari Eropa.

Akibatnya, banyak maskapai memangkas atau menangguhkan jadwal penerbangan. Kondisi ini memaksa perusahaan memberikan cuti tidak dibayar bagi pekerja hingga Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Belum Ada Bantuan Dana

Di tengah tekanan itu, pemerintah belum menjanjikan dana talangan kepada industri penerbangan. Sebaliknya, pemerintah AS berjanji akan memberikan stimulus sebesar US$50 miliar dari US$2 triliun dana yang disiapkan untuk menanggulangi dampak ekonomi virus corona.

Pemerintah Inggris mengatakan bahwa maskapai penerbangan dapat memanfaatkan segala pelonggaran untuk membantu bisnis mereka seperti keringanan pajak. Pemerintah juga mendorong perusahaan meningkatkan modal dari investor.

“Kami terus bekerja sama dengan sektor ini dan bersedia mempertimbangkan situasi masing-masing perusahaan, selama semua skema pemerintah lainnya telah dicoba dan opsi komersial habis, termasuk meningkatkan modal dari investor,” kata juru bicara pemerintah.