Angkasa Pura 2

Berdayakan UMKM dan IIKA, ASDP Gelar Gerakan 15.000 Masker Gratis

Dermaga Ekonomi & BisnisSelasa, 7 April 2020
IMG-20200407-WA0017

IMG-20200407-WA0019

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Berdayakan UMKM penjahit dan Ikatan Istri Karyawan ASDP (IIKA), PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menggelar program Gerakan 15.000 Masker Kain.

UMKM penjahit lokal di lingkungan seluruh pelabuhan penyeberangan yang dikelola ASDP dari Sabang sampai Merauke dikerahkan.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Imelda Alini mengatakan, Gerakan 15.000 Masker ini merupakan wujud tanggung jawab sosial perusahaan yang dilaksanakan divisi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) melalui program Senyum Peduli dalam mengantisipasi pandemi Covid-19 lebih luas lagi di Indonesia.

“Gerakan 15.000 masker ini merupakan bentuk kontribusi dan langkah solusif ASDP dalam menghadapi kondisi pandemi Covid-19 saat ini,” tutur Imelda dalam keterangan tertulis, Selasa (7’4/2020).

ASDP melalui 29 kantor cabang yang mengelola 35 pelabuhan di seluruh Indonesia secara proaktif melalui penjahit lokal membuat masker kain secara massal.

Selanjutnya dibagikan gratis kepada masyarakat dan karyawan beserta keluarganya.

Tentunya, kehadiran dan kontribusi ASDP dapat lebih bermanfaat bagi masyarakat di lingkungan kerja pelabuhan di seluruh Indonesia.

“Gerakan 15.000 masker kain ini juga sejalan dengan arahan Pemerintah dimana masyarakat wajib menggunakan masker saat melakukan aktivitas di luar rumah, terutama ketika menggunakan akses ruang publik dan transportasi umum,” urainya.

Dia mengungkapkan, sejak pandemi Covid-19 mulai meluas, terjadi kelangkaan masker di Indonesia. Harga jual masker di pasaran pun relatif mahal dan sulit terjangkau.

Karena itulah, diharapkan masker kain yang ASDP produksi ini, dapat bermanfaat bagi masyarakat dan karyawan. Masker kain ini dapat dicuci dan digunakan kembali, sehingga cukup efisien.

“Dengan gerakan ini, kita tidak hanya membantu penyebaran virus lebih meluas lagi, tetapi juga membantu perekonomian para UMKM penjahit lokal tetap berjalan selama wabah Covid-19. Tentu, kita semua berharap pandemi Covid-19 ini segera berakhir di Indonesia,” tutup Imelda. (omy)