Angkasa Pura 2

Dipicu Isu Corona, Kapal Pelni KM Lambelu dengan 233 Penumpang Dilarang Sandar

Dermaga SDMSelasa, 7 April 2020
images (39)

SIKKA (BeritaTrans.com) – Pemerintah Kabupaten Sikka di Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melarang seluruh penumpang, dan anak buah kapal (ABK) KM Lambelu untuk turun dari kapal. Penolakan dipicu isu Covid-19.

Kapal milik Pelni itu bahkan oleh Pemerintah Kabupaten Sikka dilarang untuk sandar di Pelabuhan Lorens Say Maumere.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTT, Marius Ardu Jelamu mengaku masih melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sikka, terkait hal tersebut.

“Kami masih menanti kepastian informasi (ABK positif) itu dari pemerintah Sikka,” katanya, Selasa (7/4/2020).

Dia mengatakan, tentunya Pemda Sikka telah menerapkan sejumlah langkah termasuk protokol kesehatan yang berstandar WHO dalam penanganannya. “Kalau ada informasi akan kami sampaikan,” katanya.

Diketahui, KM Lambelu yang berlayar dari Tarakan Kalimantan Timur memuat 233 penumpang termasuk ABK. Setiba di perairan Maumere Kabupaten Sikka, Senin 02.30 Wita kapal milik PT Pelni itu dilarang bersandar di pelabuhan Lorens Say Maumere.

Petugas kesehatan lalu melakukan pemeriksaan terhadap seluruh awak dan penumpang.

images (38)

Bupati Temui Penumpang

Bupati Sikka, Robby Idong bersama Forkompimda menggunakan kapal mendatangi KM Lambelu yang sedang parkir di Perairan Laut Maumere.

Bupati Robby menemui para penumpang yang berada di atas kapal sekira 2 mil dari Pelabuhan Lorens Say Maumere.

(jasmine/sumber: okezone.com dan tribunnews.com).