Angkasa Pura 2

Manfaatkan Kapal Tol Laut, Kemenhub Salurkan APD ke Daerah Terpencil

DermagaSelasa, 7 April 2020
IMG-20200407-WA0042

JAKARTA (BeritaTrans.com)– Kementerian Perhubungan salurkan alat pelindung diri (APD) untuk petugas medis dalam menangani wabah Corona/Covid-19 ke daerah-daerah terpencil gunakan Kapal Tol Laut.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Capt. Wisnu Handoko menyebutkan, peran tol laut yang selama ini menjadi tumpuan pengiriman logistik khususnya ke daerah Tertinggal, Terpencil, Terluar dan Perbatasan (3TP) dapat dimanfaatkan untuk mengirimkan peralatan dan perlengkapan medis.

“Tol laut bisa kita manfaatkan untuk membantu distribusi barang di tengah pandemi virus Corona. Bahkan, kami sudah menggratiskan distribusi APD ke Tahuna, Sulawesi Utara,” ujar Capt. Wisnu di Jakarta, Senin (6/4/2020).

Menurutnya, spesifikasi APD yang dapat dikirimkan yaitu penutup kepala (nurse cap), kacamata pelindung (safety google), pelindung wajah dan masker (masker N95 dan masker surgical), penutup telinga, jas lab/apron/cover all suit, sarung tangan, dan pelindung kaki/sepatu (sepatu boots/safety shoes).

Beberapa waktu lalu bersama Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri telah melakukan koordinasi serta meminta dukungan untuk pengiriman APD ke berbagai pelosok di Indonesia.

“Ditjen Perhubungan Laut telah menerbitkan surat yang ditujukan kepada Direktur Utama PT Pelni, Direktur Utama PT Djakarta Lloyd, Direktur Utama PT ASDP Ferry, Direktur Utama PT Temas, Direktur Utama PT Pelangi Tunggal Ika, dan Direktur Utama PT Luas Line untuk turut mendukung dan membantu pengiriman APD melalui tol laut tanpa mengabaikan prosedur dan ketentuan yang berlaku,” urainya.

Selanjutnya, tidak dipungkiri bahwa efek dari pendemi virus Corona juga menghambat arus logistik. Tol laut juga dapat dimaksimalkan untuk mengatasi arus logistik yang terhambat akibat pembatassan kapal penumpang yang masuk ke daerah tujuan.

Program tol laut diungkapkannya, telah berjalan sejak tahun 2016. Saat ini, kapal yang melayani program tol laut terdapat 26 kapal yang terdiri dari 14 kapal negara, lima kapal milik PT Pelni, lima kapal PT ASDP dan dua kapal swasta dengan jumlah trayek sebanyak 26 trayek, tiga pelabuhan pangkal, enam pelabuhan transhipment, dan 90 pelabuhan singgah.

“Kami berharap pemanfaatan Tol Laut untuk distribusi APD berjalan dengan baik sehingga dapat membantu para dokter dan petugas medis dalam mencegah dan menekan jumlah penyebaran virus Corona di Indonesia,” imbuh Capt. Wisnu. (omy)