Angkasa Pura 2

Bos Bulog: Sopir Truk Enggan Angkut Bahan Pangan saat Pandemi Covid-19

Ekonomi & Bisnis KoridorJumat, 10 April 2020
gandeng-tni-rev1

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso.

Rapat yang berlangsung secara virtual tersebut membahas cadangan beras pemerintah dan ketersediaan pangan dalam rangka menghadapi pandemi virus corona atau Covid-19 serta persiapan Ramadan dan Idul Fitri Tahun 2020.

Kepada anggota parlemen, Budi Waseso mengakui salah satu tantangan yang dihadapi Bulog ketika merebaknya Covid-19, yakni distribusi bahan pangan ke daerah-daerah. Dia mengakui, distribusi bahan pangan sempat terhambat gara-gara merebaknya Covid-19.

Sebagai contoh, distribusi gula ke Aceh yang sempat terhambat yang disebabkan para pengemudi angkutan logistik yang enggan mengantarkan gula yang hendak disalurkan Bulog.

“Ada kesulitan yang kami alami. Bagaimana sekarang terjadi di Aceh yang lambat. Karena memang satu sisi angkutan agak sulit dikarenakan sekarang berkaitan dengan covid-19 banyak sopir truk angkutan sudah diliburkan bahkan tidak mau menyopir atau membawa kendaraan untuk mengangkut gula-gula itu sehingga ada sedikit keterlambatan,” kata dia, Kamis (9/4/2020).

Keadaan ini, kata dia dapat dimaklumi. Masyarakat, terutama para pengemudi tentu mempertimbangkan sejumlah hal, seperti aspek kesehatan dan aspek keamanan dalam perjalanan mengantar bahan pangan.

“Memang situasi dan kondisinya sekarang masyarakat sedikit ketakutan, khususnya pengemudi-pengemudi ini,” ujar dia.

Gandeng TNI

Salah satu upaya yang dilakukan pihaknya, yakni menggandeng aparat keamanan juga TNI untuk mengawal proses distribusi bahan pangan. Dengan demikian diharapkan para pengemudi tidak lagi mengkhawatirkan keamanannya ketika menjalankan tugas.

“Pengawalan dari TNI-Polri, supaya distribusi, pengangkutan ini lancar. Hari ini sudah pak, kami cek di Aceh sudah sampai 400 ton gula yang kami kirim ke Aceh. Ini bertahap karena nanti begitu gula datang, nanti akan kami distribusikan,” tandasnya.
(fhm/sumber merdeka)