Angkasa Pura 2

Bila E-Ticketing Berlaku Penuh, Penumpang Tak Bertiket Dilarang Masuk Pelabuhan Penyeberangan

DermagaJumat, 17 April 2020

IMG_20200417_100949

JAKARTA.(BeritaTrans.com) – Bila e-ticketing berlaku penuh yang direncanakan mulai 1 Mei 2020, penumpang tak bertiket dilarang masuk pelabuhan penyeberangan.

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menyampaikan bahwa pada 1 Mei 2020, pemberlakuan riket elektronik akan dimulai pada empat pelabuhan penyeberangan.

Diantaranya yakni Pelabuhan Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk sebagai proyek percontohan penerapan e-ticketing yang diberi nama Frizy.

“Selanjutnya tinggal bagaimana mengubah pola pikir kostumer yang enggak biasa pakai teknologi, kita tidak bisa hindari akan ada kendala untuk membiasakan,” tutur Dirjen Budi dalam Video Confrence, Jumat (17/4/2020).

Mungkin akan muncul kendala aspek teknis dan non teknis, resistensi, ada potensi pada perubahan, bila belum biasa akan terkaget-kaget. Diharapkan, masyarakat dapat segera menyesuaikan.

“Pembelian tiket elektronik juga nantinya akan bisa dilakukan di minimarket selain melalui online. PT ASDP Indonesia Ferry juga menyediakan bufferzone dekat dengan pelabuhan untuk memudahkan penumpang yang belum membeli tiket,” ungkapnya.

Direktur Utama PT ASDP Indomesia Ferry Ira Puspadewi mengemukakan, pembelian tiket online ini sudah bisa dilakukan 30 hari sebelum keberangkatan.

“Peningkatan pembelian tiket online sejak Januari hingga April meningkat 70 persen untuk di lintasan Merak-Bakauheni dan mencapai 60 persen pada lintas Gilimanuk-Ketapang,” ujar Ira.

Namun diakuinya jumlah tersebut sebagian besar masih membeli online di pelabuhan. Untuknya akan disiapkan buffeezone dengan jarak yang lebih dekat, sekitar 300 meter dari pelabuhan.

“Dengan begitu saat masuk pelabuhan penumpang sudah memiliki tiket,” katanya. (omy)