Angkasa Pura 2

Tiket Online Angkutan Penyeberangan Solusi Percepatan Layanan

DermagaJumat, 17 April 2020
IMG_20200408_135532

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menyampaikan tiket online penyeberangan yang diberi nama Ferizy solusi percepatan layanan.

“Apa yang dilakukan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) sebagai jawaban atas tuntutan masyarakat kepada kita untuk mempercepat dan mempermudah pelayanan untuk menggunakan teknologi. Saya juga berterimakasih karena telah membangun aplikasi Ferizy untuk sistem pemesanan dan pembayaran tiket di penyeberangan,” jelas Dirjen Budi disela Video Conference bersama Direktur Utama PT ASDP Ira Puspadewi, Jumat (17/4/2020).

Dengan cara ini pihaknya mengharapkan pelanggan untuk membiasakan teknologi untuk pemesanan tiket. Tahapan berikutnya bisa dilakukan pembayaran di gerai retail terdekat.

Dalam kesempatan yang sama, Ira Puspadewi menyatakan seiring dengan usia ke-47 PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) maka sudah saatnya untuk berubah.

“Selama ini kita pakai metode go show di mana orang datang dan bisa beli tiket. Tapi ada dua hal yang menjadi masalah yaitu saat masa peak season seperti liburan dan masa Angkutan Lebaran maupun Natal Tahun Baru, maka keadaan tidak terkendali,” ujar Ira.

Kedua, kalau tidak diatur maka akan memburuk bagi pengguna jasa apalagi jalan tol dari Palembang sudah semakin mulus menuju Bakauheni. Problemnya makin buruk yaitu tidak dapat dilakukan pencatatan manifest yang efisien dan antrian makin panjang. Ini harus berubah dimana tujuan akhirnya adalah kepastian, kenyamanan, dan keperluan untuk menjaga physical distancing bagi para pengguna jasa.

Pembelian tiket secara online dapat dilakukan maksimal dua jam sebelum keberangkatan dan untuk perubahan atau pembatalan tiket dapat dilakukan paling lambat 48 jam sebelum jadwal keberangkatan.

Dirjen Budi menambahkan, pihaknya telah mengadakan sosialisai kepada beberapa asosiasi transportasi terkait seperti Gapasdap, Aptrindo, serta Organda dan telah mendapat tanggapan baik.

“Progressnya saat ini sudah 70%. Kita masih punya waktu sampai awal Mei nanti kita harapkan ada perubahan perilaku masyarakat ke arah online. Pelaksanaan di lapangan mungkin akan ada hambatan karena kita mengubah kebiasaan dan butuh waktu yang tidak sebentar,” tutup Dirjen Budi. (omy)