Angkasa Pura 2

Balitbanghub Kerja Sama dengan UI, ITB, ITS, dan Unhan

Bandara Kokpit LitbangTuesday, 28 April 2020

IMG-20200428-WA0034

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) cq Pusat Litbang Transportasi Udara bekerjasama dengan banyak kampus besar seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi 10 November (ITS), dan Universitas Pertahanan (Unhan).

Puslitbang Transportasi Udara telah melaksanakan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan ITS terkait Pengujian Keandalan dan Pemanfaatan Lanjut Purwarupa Standing Water Detector pada 17 April 2020.

Selain itu dengan UI dan ITB sedang disiapkan PKS nya. Dengan ITB terkait Perancangan Smart Airport Untuk Pengoptimalan Operasional Bandar Udara Di Ibukota Negara dan dengan UI tentang Pengembangan Prototype Alat Pendeteksi Foreign Object Debris (FOD) di Bandar Udara.

“Dengan ITB juga melakukan kerja sama dampak Covid-19 terhadap transportasi Udara,” jelas Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara, Novyanto Widadi di Jakarta, Selasa (28/4/2020).

Dengan Unhan, baru saja disepakati bersama, menindaklanjuti Nota Kesepakatan Bersama terkait Kerja sama Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat serta Pengembangan di Bidang Transportasi.

Penandatanganan perjanjian kerja sama terkait Penelitian Pengembangan Purwarupa Airdrone System Detector.

“Airdrone System Detector merupakan sebuah prototipe teknologi yang digunakan untuk memeroleh data karakteristik sebuah drone berupa koordinat, kecepatan, dan arah,” ujarnya.

Kata dia, diadakannya joint research ini guna mengembangkan drone dari aspek riset, pabrikasi, dan aplikasi. Hal itu lantaran penggunaan drone di Indonesia semakin marak dan tentunya menjadi prioritas keselamatan transportasi Udara.

Diharapkan dengan adanya perjanjian kerja sama ini, dapat meningkatkan dan memanfaatkan potensi kedua pihak secara optimal dalam melakukan penelitian dan pengembangan Purwarupa Airdrone System Detector.

“Dengan begitu nantinya dapat menjadi Technology Demonstrator untuk uji konsep kebijakan drone di Indonesia,” ungkapnya.

Kerja sama ini sebagai perwujudan kolaborasi triple helix antara Pemerintah dan Perguruan Tinggi yang diharapkan hasilnya akan lebih aplikatif dan bermanfaat secara luas.

Untuk diketahui, terdapat beberapa ruang lingkup yang telah disepakati oleh kedua belah pihak terkait joint research ini.

Diantaranya yaitu mengkaji kebijakan drone di beberapa negara di dunia, mengembangkan purwarupa Airdrone Detector, yang meliputi Ground Control Station, Airborne System (Fixed and Rotary Wing) dan system Hardware Transmitter, serta integrasi Purwarupa Airdrone System Detector sebagai Technology Demonstrator  untuk uji konsep kebijakan drone di Indonesia.

“Terdapat juga beberapa pengujian yang akan dilakukan, diantaranya uji termal dan kelembaban, uji elektrikal, serta uji durasi dan siklus operasi di lingkungan operasional terpilih,” imbuh dia. 

Novyanto menambahkan bahwa penelitian drone ini sangat dibutuhkan, mengingat pemanfaatannya yang tinggi di berbagai sektor.

“Saya berharap joint research ini dapat berjalan dengan lancar dan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat luas, khususnya untuk operator penerbangan,” tutupnya. (omy)