Angkasa Pura 2

Gegara Corona, Pendapatan KAI Anjlok 90%, Kas Minus Rp 693 Miliar

Ekonomi & Bisnis EmplasemenKamis, 30 April 2020
DSC_3396_resize_78

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pandemi virus corona atau Covid-19 sangat memukul pendapatan harian PT Kereta Api Indonesia/KAI (Persero) pada Maret 2020 yang menurun dibanding bulan-bulan sebelumnya.

“Dari sisi pendapatan penumpang ini kalau kita bandingkan dari Februari 2020 itu secara menyeluruh per hari Rp 39 miliar. Ini tanggal 31 Maret jadi Rp 4 miliar,” kata Dirut PT KAI Edi Sukmoro di sela rapat virtual bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (29/4/20).

Penurunan pendapatan harian dari penumpang itu setara hampir 90%, atau tepatnya 89,7%. Data KAI menyebut, volume penumpang harian anjlok hingga 78,35% dari 1,27 juta di Januari menjadi hanya 275.827 pada akhir Maret.

Okupansinya ada KA jarak jauh sudah drop sekali. Dalam satu rangkaian ada yang 20 orang, ada yang cuma 15 orang,” keluhnya.

Alhasil, pihaknya mencatat rugi sebesar Rp 92 miliar di Maret 2020. Angka itu jauh menurun mengingat pada Januari KAI masih mengantongi laba Rp 26 miliar dan Rp 143 miliar pada Februari 2020.

Kondisi ini juga tidak lepas dari penurunan pendapatan kumulatif menjadi Rp 1,54 triliun di Maret. Pada Januari, perseroan masih membukukan pendapatan sebesar Rp 1,88 triliun dan Rp 1,81 triliun pada Februari.

“Pendapatan memang dari Januari masih baik, Februari masih baik meski ga tercapai. Hanya saja di sini arus kasnya di Januari-Februari positif. Maret negatif Rp 693 miliar,” ucapnya. (fhm/sumber cnbc)