Angkasa Pura 2

Air India Repatriasi 6.000 Warga, Upaya Penyelamatan Berlanjut

Another News KokpitRabu, 13 Mei 2020
air india

SAN FRANSISCO (BeritaTrans.com) — Ketika pandemi Covid 19 terus menyebar, India berada di tengah-tengah upaya repatriasi besar-besaran.

Pemerintah India telah berusaha menyelamatkan lebih dari 6.000 orang India dan berencana untuk menyelamatkan total 14.800 warganya yang ada di 12 negara.

Namun tak hanya mencakup itu, rencana memperluas penerbangan ke 31 negara dalam beberapa minggu kedepan juga dipersiapkan sematang mungkin.

Upaya memulangkan warga terus dilakukan. India memulai upaya pemulangannya pada 7 Mei, difokuskan pada orang tua, wanita hamil, siswa yang terdampar, dan mereka yang memiliki masalah visa dan risiko deportasi.

Sebanyak 68.000 orang terindentifikasi masuk kroteria tersebut namun masih ada ribuan yang berharap untuk pulang. Saat ini warga negara India yang tinggal di 12 negara semisal AS, Inggris, Bangladesh, Singapura, Arab Saudi, Kuwait, Filipina, UEA, dan Malaysia memilih untuk pulang lebih awal. Penerbangan juga dioperasikan ke beberapa kota di India, menciptakan hub regional untuk transportasi kedepannya.

Air India Memimpin
Sebagai maskapai berbendera India, tidak mengherankan jika Air India mengoperasikan penerbangan repatriasi ini. Dari 64 penerbangan, Air India mengerahkan 42 penerbangan dan Air India Express, anak perusahaannya, mengoperasikan 24 lainnya.

Armada pesawat berbadan lebar dan berbadan sempit Air India memungkinkannya terbang ke semua 12 negara dari India tanpa henti. Maskapai ini menggunakan armada Boeing 747, 777, 787, A320, sedangkan Air India Express hanya menggunakan Boeing 737.

Sementara penerbangan repatriasi tahap pertama selesai hari ini, India belum selesai. Negara ini telah mengumumkan Fase 2 dari upaya pemulangan. Selain itu, upaya ini akan lebih luas, menargetkan 31 negara di empat benua. India akan menambahkan Nepal, Nigeria, Ukraina, Nigeria, Belarus, dan beberapa negara lain ke dalam daftar. Fase kedua akan antara 16 dan 22 Mei, dengan 149 penerbangan, dan mungkin membawa lebih dari 30.000 orang.

Yang menarik, pemerintah mengizinkan warga asing dan India dengan visa jangka panjang atau tempat tinggal permanen untuk mengambil penerbangan repatriasi.

Artinya, orang asing dan India yang tinggal di luar India memiliki kesempatan untuk kembali ke negara mereka. Tidak diragukan lagi, ini akan membantu ribuan orang yang terdampar di India dan perlu melakukan perjalanan pulang atau untuk komitmen sebelumnya.

Perlu dicatat bahwa India membebankan biaya untuk penerbangan ini. Penerbangan satu arah dari AS berharga $1.327 (100.000 Rupee), sedangkan penerbangan satu arah dari Singapura berharga $ 265 (20.000 Rupee).

Meskipun harga tinggi, tak semahal tarif yang dibebankan oleh negara-negara seperti Selandia Baru. Harga didasarkan pada jarak yang ditempuh, dan tidak jelas apakah pemerintah menerapkan subsidi pada tarif penerbangan itu.

Upaya repatriasi India disambut baik oleh mereka yang terdampar di luar negeri. Ketika larangan penerbangan India berlanjut, dan prospek penerbangan internasional tetap rendah, penerbangan penyelamatan akan menjadi sangat penting bagi banyak orang.

Ketika India merencanakan untuk fase kedua upaya repatriasi, banyak yang berharap bahwa India memperluas kriteria penyelamatan untuk menambahkan lebih banyak kriteria. Bulan-bulan mendatang akan bisa disaksikan ratusan ribu orang diselamatkan dalam upaya repatriasi sipil terbesar yang pernah ada.(fenty)