Angkasa Pura 2

Kobe Muslim Mosque, Masjid Pertama di Jepang Dikunjungi Ratusan Jamaah

Another News DestinasiKamis, 14 Mei 2020
kobe

KOBE (BeritaTrans.com) — Ramadhan tahun ini dilakoni umat muslim seluruh dunia dalam kondisi berbeda. Sejumlah kebijakan pemimpin umat di negara-negara muslim dikeluarkan diantaranya menutup masjid untuk kegiatan rutin selama Ramadhan guna memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid 19. Namun ada kelonggaran diantara kebijakan-kebijakan itu dengan sejumlah protokol kesehatan.

Dalam kondisi normal, semua masjid di dunia pasti ramai saat siang dan malam hari untuk kegiatan salat dan itikaf. Terlebih di 10 malam terakhir Ramadhan. Tak terkecuali di negara tujuan wisata populer di dunia, Jepang.

Meski Negeri Sakura itu tak memiliki banyak umat muslim, namun ternyata terdapat sebuah bangun masjid tua berusia 80 tahun. Dilansir dari matcha-jp.com,, Kobe Muslim Mosque, merupakan masjid pertama di Jepang dan berada di kota Kobe.

Kobe adalah sebuah kota pelabuhan dengan perpaduan bermacam-macam budaya dan juga sebagai daerah perdagangan internasional terkenal di Jepang. Menurut sejarah, Kobe Muslim Mosque merupakan masjid pertama di Jepang yang dibangun pada tahun 1935, luar biasa uniknya.

Masjid Kobe dibangun melalui donasi yang telah dikumpulkan dari umat muslim setempat. Mereka berasal dari berbagai negara, seperti Turki, India, dan Tatar (nama suatu bangsa yang berada di negara bekas jajahan Uni Soviet). Masjid ini berdiri kokoh dari serangan udara saat Perang Pasifik dan gempa bumi dahsyat yang melanda kota Osaka dan Kobe pada tahun 1995.

Ratusan Jamaah
Seperti masjid pada umumnya, masjid kobe mengadakan ibadah sebanyak 5 kali sehari. Pada saat ibadah, biasanya terdapat 10-20 orang jamaah. Saat hari Jum’at jamaah masjid ini bertambah menjadi 150-200 orang. Para jamaah berasal dari seluruh area Kansai.

Hingga kini Kobe Muslim Mosque masih tetap berdiri kokok di Kitano, Chuo-ku, Kobe. Masjid ini memiliki menara dengan balkon di sebelah kanan atas masjid atau biasa disebut Minaret (menara masjid). Selain berfungsi untuk adzan, menara ini juga menghiasi dekorasi luar masjid. Pada bagian kiri atas juga terlihat bagian yang disebut Dome (kubah masjid).

Ketika masuk ke dalam ruang ibadah, akan tampak lampu gantung (chandelier) yang mewah dan hamparan karpet. Kemudian juga terlihat kaca patri sederhana yang dipadukan dengan warna kuning. Bagi para rombongan pengunjung yang ingin ikut ibadah di masjid ini. disarankan untuk menghubungi melalui telepon sebelumnya agar dipersiapkan karpet bersih yang akan digunakan untuk beribadah. Masjid ini juga digunakan untuk pernikahan umat muslim yang tinggal di Jepang.

Di dalam masjid ternyata juga terdapat sebuah perpustakaan kecil yang dipenuhi dengan buku-buku berbahasa Arab yang tersusun rapi. Di dalam koleksi buku tersebut juga terdapat buku-buku tentang agama Islam dalam bahasa Jepang.

Tak hanya untuk muslim, pengunjung non-muslim juga diperbolehkan untuk berkunjung ke dalam masjid. Tidak masalah jika yang berkunjung hanya ada 2-3 orang datang tanpa melakukan reservasi sebelumnya. Setelah masuk dari pintu gerbang yang berada di sebelah kiri belakang gedung, silakan sampaikan maksud dan tujuan kunjungan Anda kepada petugas di meja resepsionis.

Namun jika ingin berkunjung jangan hari Jumat karena kunjungan pada hari Jum’at ditiadakan mulai dari pagi hari hingga pukul 13.30 siang. Untuk konfirmasi mengenai jadwal kunjungannya, sebaiknya reservasi dahulu melalui situs resmi atau telepon.

Pada situs resmi masjid, terdapat aturan agar tidak memakai pakaian terbuka yang memperlihatkan aurat seperti celana pendek dan rok mini. Untuk para wanita, meskipun tidak diminta memakai kerudung (untuk menutupi rambut), ada baiknya untuk tetap membawa kerudung. (fenty)