Angkasa Pura 2

Hasil Rapid Test, 19 Calon Penumpang Kapal Ferry Tujuan Bawean Reaktif Covid-19

DermagaMinggu, 17 Mei 2020
Screenshot_20200517-161039_Gallery_compress26-768x507

GRESIK (BeritaTrans.com) - Pemkab Gresik melalui Dinas Kesehatan memperketat pengawasan terhadap calon penumpang kapal tujuan Gresik-Bawean, guna mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19 di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Untuk itu, seluruh calon penumpang kapal yang akan pulang kampung ke Pulau Bawean harus mengikuti serangkaian tes kesehatan yang difasilitasi Dinas Kesehatan Gresik, salah satunya calon penumpang diminta melakukan rapid test.

Hasilnya, terdapat 19 orang calon penumpang kapal laut yang dinyatakan reaktif setelah dilakukan rapid test secara Gratis di Puskesmas Alun-alun Gresik. Dengan demikian, 19 orang tersebut tidak diperbolehkan pulang kampung dan harus dilakukan karantina mandiri di rumah atau di tempat asalnya masing-masing.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik drg. Saifudin Ghozali mengatakan, pihaknya segera melakukan swab test Corona terhadap 19 orang tersebut untuk pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan kondisi kesehatan mereka.

“19 orang tersebut saat ini sudah dilakukan karantina mandiri, Senin besok akan dilakukan swab untuk memastikan kondisi kesehatannya,” terang Saifudin, Ahad (17/5/2020).

Menurut dia, hasil rapid tes terhadap 19 calon penumpang kapal itu belum bisa dijadikan pedoman apakah yang bersangkutan positif atau negatif terinfeksi Covid-19, karena harus dilakukan swab test untuk memastikannya.

Kendati demikian, 19 orang tersebut tetap harus dilakukan karantina mandiri dengan melibatkan tiga pilar, yaitu pihak kecamatan, desa dan RT/RW di tempat tinggal mereka.

“Mereka dikarantina mandiri, diawasi oleh RT/RW, desa dan kecamatan masing-masing, tidak boleh keluar atau interaksi dulu selama menjalani proses karantina mandiri,” ujarnya.

Kadinkes mengimbau agar warga tetap berhati-hati dan menjaga kesehatan, namun juga tidak panik berlebihan terhadap hasil rapid test, karena postif terinfeksi atau tidak baru akan diketahui secara pasti apabila sudah dilakukan tes swab.

“Terhadap hasil rapid test, tidak usah panik berlebihan, yang terpenting kita sama-sama jaga kesehatan,” pungkasnya. (fhm/sumber:beritagresik)