Angkasa Pura 2

Mantan Menkes Siti Fadilah Bongkar Soal Covid-19, Bill Gates hingga WHO

FigurKamis, 21 Mei 2020
Screenshot_20200521-234606

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Mantan Menteri Kesehatan (Menkes) di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Siti Fadilah Supari, mengungkap sejumlah permasalahan yang pernah menjeratnya, hingga kini mendekam dalam penjara.

Hal itu diungkapkan Siti Fadilah melalui podcast di akun Youtube Deddy Corbuzier. Video tersebut baru diunggah hari ini, Kamis (21/5/2020) yang berjudul Siti Fadilah, Sebuah Konspirasi – Saya Dikorbankan (Eksklusif). Seperti yang dilansir BeritaTrans.com dari pengamatan SINDOnews, hingga pukul 21.27 WIB, jumlah penontonnya mencapai 805,956 views.

Nama Siti Fadilah sendiri kembali mencuat saat pandemi virus Corona (Covid-19) dan menyuarakan agar Indonesia tidak tunduk dengan World Health Organization (WHO) serta tidak menggunakan vaksin dari Bill Gates.

“Jadi ada sesuatu yang aneh, saya ikutin Bill Gates ini, di salah satu forum ekonomi internasional. Dia jadi pembicara utama, bahwa di situ dia bilang nanti akan terjadi pandemi. Anehnya dia mempersiapkan vaksin,” jelas Siti Fadilah.

“Ini dia kan (Bill Gates) bukan dokter, dia enggak pernah sekolah kedokteran, kenapa dia begitu fasihnya menganalisa akan terjadi pandemi, menganalisa dunia akan butuh vaksin sekian miliar. Untuk saya itu tidak masuk di akal,” sambung Siti Fadilah.

Dia menegaskan, bahwa Bill Gates merupakan sosok yang dikenal sebagai pebisnis, merupakan seorang ahli komputer. “Mungkin dia ahli virus di komputer, tapi kan virus di manusia berbeda,” kata dia.

Siti adalah sosok yang mampu menentang WHO saat wabah flu burung merebak di Indonesia beberapa tahun silam. Dia mampu menang melawan WHO dan berhasil mereformasi, sehingga tidak terjadi pembelian massal vaksin untuk flu burung dan pandemi berhasil diselesaikan di tangan Siti Fadilah kala itu.

“Ya tidak ada vaksin untuk flu burung, karena kita tolak. Saya membuktikan virus flu burung tidak menular dan tidak perlu vaksin. Saya stop flu burung, tidak dengan vaksin,” tegas Siti Fadilah yang saat ini tengah terbaring sakit di rumah sakit.

Sedangkan untuk virus Corona ini, Siti Fadilah menilainya sama dengan flu burung. Kata dia, setiap muncul pandemi suatu virus, maka akan ada vaksin dan obat.

“Itu bisa ketebak, bisa ditebak. Kalau orang tidak siap sebelum pandemi, semua orang pasti bingung. Tapi ini ada sekelompok yang ada siap vaksinnya, jadi ini soal bisnis,” kata perempuan kelahiran 6 November 1949 ini.

Siti Fadilah melanjutkan, kalau pandemi itu munculnya bisnis atau komersialisasi vaksin, maka bisa dipastikan akan terjadi pandemi yang akan datang.

“Kalau ada komersialisasi vaksin, artinya virus diperjualbelikan. Maka pasti si industri vaksin ini akan menyusun kekuatan baru untuk mengadakan pandemi berikutnya, karena panen,” ungkapnya.

Deddy Corbuzier pun menanyakan, apakah ini merupakan bagian dari perang atau bio warfare? Diakui Siti Fadilah dirinya tidak bisa membuktikan. “Mungkin China korban, Amerika mungkin juga korban. Perkiraan saya belum tentu benar atau salah,” singkat Siti.

Seandainya Siti Fadilah masih menjabat Menkes, dirinya menekankan kepada pemerintah harus mandiri, enggak perlu vaksin kita buat sendiri vaksinya. Selain itu antibody orang Indonesia sangat luar biasa. “Kita mampulah (buat vaksin), saya yakin bisa,” ungkapnya. (fhm/sumber sindonews)