Angkasa Pura 2

Amerika Keluar dari Perjanjian Pengawasan Militer Udara Terbuka

Hankam KokpitJumat, 22 Mei 2020
images (99)

Jakarta (BeritaTrans.com) – Presiden Donald Trump mengatakan, hari Kamis (21/5), dia menarik Amerika Serikat keluar dari Perjanjian Udara Terbuka setelah 18 tahun. Perjanjian itu memungkinkan pemantauan dari udara atas negara-negara anggota.

Hal ini dilakukannya karena Rusia dianggap telah melanggar perjanjian itu dan tidak mengizinkan AS melakukan penerbangan di atas diatas kota Kaliningrad di Laut Baltik, dan diatas perbatasan Rusia dekat Georgia, yang seharusnya diperbolehkan dalam perjanjian itu.

Kapal Garda Revolusioner Iran berlayar dekat kapal-kapal militer AS di Teluk Persia dekat Kuwait, 15 April 2020.

Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengatakan kepada Komite Angkatan Bersenjata Senat bahwa Rusia telah “curang selama bertahun-tahun.”

Rusia pun membantah tuduhan itu.

Amerika Serikat mulai memberitahukan kepada 33 negara anggota lainnya, sesuai ketentuan untuk mengirim pemberitahuan sebelum keluar.

Perjanjian ini membolehkan 34 negara anggota saling melakukan pantauan dari udara di wilayahnya dengan tujuan mewujudkan perdamaian internasional. (lia/sumber:voa)