Angkasa Pura 2

Selama Covid-19, Pemprov Jakarta Apresiasi Aksi Peduli Ojol

Another News KoridorJumat, 22 Mei 2020
080476400_1590068257-WhatsApp_Image_2020-05-21_at_2.52.40_PM

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Asisten Perekonomian dan Keuangan Setda Provinsi DKI Jakarta, Sri Haryati, mengapresiasi aksi kepedulian yang dilakukan pengemudi ojek online (ojol) seperti Gojek selama pandemi Covid-19 melanda Tanah Air.

Ia menilai selama ini mitra pengemudi Gojek telah menjadi penggerak roda ekonomi yang signifikan, begitu pun ketika memasuki masa pandemi.

“Mitra pengemudi Gojek menyumbangkan tenaganya, melayani kebutuhan masyarakat, sehingga mendukung kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di DKI Jakarta bisa berlangsung dengan baik,” kata Sri melalui keterangannya, Jumat (22/5/2020).

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, ia melanjutkan, juga menghargai upaya Gojek yang telah secara proaktif selalu memperhatikan kesejahteraan mitra pengemudinya.

“Hal tersebut sejalan dengan prinsip kerja dari pemerintah provinsi DKI Jakarta dan pimpinan kami, yaitu mengutamakan kesejahteraan masyarakat yang tinggal dan bekerja di wilayah DKI Jakarta,” tuturnya.

Pemberian Bansos

Di sisi lain, mitra Gojek berKTP non-DKI menjadi salah satu elemen masyarakat yang menerima bantuan sosial dari Pemprov Jakarta.

Bersamaan dengan itu, pemprov DKI juga memberikan bansos kepada penduduk non-KTP DKI Jakarta lainnya yang berdomisili dan beraktivitas di Jakarta.

Antara lain warga Jawa Tengah yang berdomisili di Jakarta berjumlah 7.558 orang. Bansos juga diberikan kepada pemelihara tempat-tempat ibadah (Masjid, Musholla, Gereja, Vihara, Pura, Klenteng) berjumlah 12.071 orang.

Sri menyampaikan, pelaksanaan kegiatan ini sebagai implementasi dari Pergub Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam Penanganan COVID-19 di Provinsi DKI Jakarta.

Mekanisme Penyaluran Bansos

Ia menambahkan, seperti arahan Presiden pada ratas-ratas sebelumnya, bahwa diimbau penduduk dari provinsi lain yang ada di Jakarta untuk tetap di Jakarta.

“Kami pun berkomitmen bagaimana kami bisa membantu dengan pemberian bantuan sosial ini. Sehingga, tidak hanya bagi masyarakat ber-KTP DKI Jakarta, tapi juga non-KTP DKI Jakarta yang terdampak secara ekonomi turut mendapat bantuan ini,” ungkap Sri.

Adapun mekanisme penyaluran bansos bagi warga Jawa Tengah bekerja sama dengan Perwakilan Kantor Penghubung Provinsi Jawa Tengah yang ada di Jakarta.

Sementara, bagi pengemudi Gojek penyalurannya dilakukan bekerja sama dengan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) yang didistribusikan mulai kemarin di 5 wilayah Kota Administrasi dibantu oleh Suku Dinas Sosial masing-masing wilayah.

Sedangkan untuk distribusi bansos bagi pemelihara tempat-tempat ibadah dilakukan atas kerja sama dengan DMI, PGPI, PHDI, WALUBI dan MATAKIN. (dan/liputan6/foto: liputan6)