Angkasa Pura 2

Airnav Terbitkan NOTAM Terkait Kewaspadaan Gangguan Balon Udara Liar

Bandara KokpitSenin, 25 Mei 2020
images-49

JAKARTA (BeritaTrans.com) – AirNav Indonesia terbutkan Notice to Airman (Notam) nomor A1165/20 NOTAMN
diperuntukkan bagi pilot terkait kewaspadaan terhadap gangguan balon udara liar.

Direktur Utama AirNav Indonesia, M. Pramintohadi Sukarno mengatakan, pihaknya terus memberikan informasi terkini kepada stakeholder penerbangan terkait kondisi terakhir di ruang udara yang terpantau terdapat balon udara liar.

“NOTAM yang kami terbitkan berisi mengenai peringatan kepada para pilot yang melewati ruang udara di area Pekalongan, Wonosobo, Parakan dan Kajen agar berhati-hati. Ketinggian balon udara liar diperkirakan mulai dari 0 – 28.000 kaki dengan arah dan kecepatan terbang yang tidak diketahui,” ungkap Pramintohadi di Jakarta, Senin (25/5/2020).

AirNav Indonesia hingga saat ini belum mendapatkan laporan pilot (pilot report) yang menyatakan melihat balon udara di area ruang udara tersebut.

Meski demikian, Pramintohadi mengingatkan kepada para pelaku penerbangan balon udara liar bahwa itu sangat mengancam keselamatan penerbangan dan terdapat sanksi tegas yang menanti pelaku.

“Kami kembali mengingatkan kepada para pelaku penerbangan balon udara liar aparat penegak hukum bisa memberikan sanksi pidana bagi pihak-pihak yang mengancam keselamatan penerbangan sesuai dengan yang diatur di dalam Undang-Undang nomor 1 tahun 2009 tentang penerbangan. Pasal 411 menyatakan bahwa terdapat ancaman pidana penjara paling lama dua tahun dan denda paling banyak Rp500 juta,” urainya.

Dia mengatakan bahwa terdapat aturan yang harus dipatuhi dalam menerbangkan balon udara ditambatkan yang dijelaskan di dalam PM 40 Tahun 2018 tentang penggunaan balon udara pada kegiatan budaya masyarakat.

Beberapa pemerintah daerah bahkan saat ini sudah melarang penerbangan balon udara dengan ditambatkan, karena kondisi pandemi Covid-19 dan upaya untuk mengimplementasikan jaga jarak (physical distancing).

“Kami telah berkoordinasi sebelumnya dengan beberapa pemerintah daerah yang terdapat pegiat balon udara tradisional di daerahnya. Pemerintah Kabupaten Wonosobo misalnya, telah melarang penerbangan balon udara tradisional dalam pencegahan penyebaran Covid-19 serta keamanan dan keselamatan penerbangan yang tertuang di dalam Surat Pemerintah Kabupaten Wonosobo Nomor: 130/155/2020 pada 11 Mei 2020. Pemerintah Kabupaten Wonosobo menyampaikan kepada seluruh masyarakat Wonosobo agar tidak mengadakan kegiatan pembuatan, penerbangan, festival maupun kegiatan sejenisnya terkait dengan balon udara tradisional,” papar dia.

Keselamatan penerbangan tidak akan dapat terwujud tanpa peran aktif seluruh elemen masyarakat termasuk para pegiat balon udara tradisional.

Untuknya Pramintohadi mengajak bersama-sama jaga keselamatan saudara-saudara sebangsa dan setanah air khususnya para pengguna transportasi udara, dengan cara mematuhi aturan dan regulasi penerbangan yang belaku. (omy)