Angkasa Pura 2

‘Mudik Virtual’ Ala Gugus Tugas Covid-19, Melapas Rindu Perjalanan ke Kampung Halaman

KoridorSenin, 25 Mei 2020
Screenshot_20200525-195257

BANDA ACEH (BeritaTrans.com) – Adanya larangan mudik untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19, maka pulang kampung yang sudah menjadi budaya bahkan sudah direncanakan sebagaian orang, harus diurungkan sementara, dan terpaksa menggantinya dengan silaturahmi online.

Untuk orang-orang yang berada jauh di perantauan, silaturahmi harus tetap terjalin, yaitu dengan secara virtual, menggunakan videocall aplikasi whatsapp, zoom atau lainnya, itulah yang disarankan pemerintah untuk tetap dapat bertatap muka langsung dengan keluarga yang terpisah jarak.

Bukan hanya tertemu dengan sanak saudara dan teman saja yang dirindukan di kampung halaman. Tapi, ada juga suasana kota di kampung halaman yang memiliki cerita bersama orang-orang terdekat.

Suasana jalan menuju kampung halaman, melihat pemandangan bahkan tempat-tempat yang pernah disinggahi dan memiliki kesan yang tak terlupakan.

Fatah Hillah membuat status WhatsApp (WA) dan membagikan ide kreatifnya ke WA Grup, dan akun Instagram @fat4h, sekedar untuk melepas rindu perjalanan menuju kampung halamannya, seperti yang di kutip BeritaTrans.com pada Senin (25/5/2020).

Screenshot_20200525-194137
Foto: dokumentasi pribadi, Instagram @fat4h

Fatah adalah seorang perantauan yang bekerja sebagai sebagai perawat yg bertugas di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin Banda Aceh (RSUDZA) yang merupakan rumah sakit rujukan covid 19 untuk wilayah Aceh.

Screenshot_20200525-195155

Dia membuat video menampilkan peta jalan pada aplikasi Map dan menelusurinya menuju rumah masa kecilnya dengan cara merekam layar gawainya.

Dia kali ini menampilkan gambar peta Map yang dapat digerakkkan mulai dari arah Banda Aceh menuju jalan Sampaima, Tualang Cut, Aceh Tamiang.

Video yang berdurasi 30 detik itu diberi penjelasan “Welcome to Tualang Cut, mudik virtual.”

Fatah, setiap tahunnya selalu mengambil cuti untuk dapat berkumpul bersama keluarga dan bertemu teman-teman lama yang ada di Aceh Tamiang.

Dalam video yang direkamnya terdapat nama jalan yaitu “Jl Medan – Banda Aceh,” setiap sekeliking kiri kanan jalan ia dekati untuk menunjukkan bahwa tempat itu adalah tempat yang familiar baginya.

Rekaman yang terlihat jelas ditunjukkan olehnya ialah bangunan masjid, pasar tradisional, pertokoan, warung kopi, bahkan minimarket.

“Setiap tahun harus pulang jumpa keluarga, saudara kawan-kawan dan pasti jalan-jalan terus, kerjaannya kalau di kampung,” kata Fatah saat membalas pesan WA wartawan, Senin (25/5/2020).

Diakhir rekaman layar itu juga dijelaskan bahwa gambar terakhir adalah lorong menuju rumah keluarganya.

Sayangnya Map cuma menampilkan jalan lintas saja, tidak bisa jalan masuk ke gang atau jalan ke arah kampung yang jauh dari jalan jauh. Namun, hal itu cukup mengobadi rasa rindu terhadap kampung halaman.

Lebaran di masa pandemi ini, dia tidak dapat mudik, terlebih dia adalah ASN yang memang dilarang oleh pemerintah untuk pulang kampung dan mereka juga akan terkena sanksi bila melanggar hal itu. (fhm)