Angkasa Pura 2

Jokowi Didampingi Anies Tinjau Kesiapan “New Normal” di Stasiun MRT

EmplasemenSelasa, 26 Mei 2020
5ecc77cc52ef2

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) pagi tadi melakukan peninjauan ke stasiun MRT. Peninjauan itu dilakukan dalam rangka kesiapan penerapan prosedur new normal di sarana publik.

Saat peninjauan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, ikut mendampingi.

Dalam pidatonya, Presiden Jokowi menyampaikan, bahwa mulai hari ini akan dikerahkan pasukan TNI dan Polri pada sejumlah lokasi yang menjadi pusat keramaian. Ini agar lebih mendisiplinkan masyarakat agar mengikuti protokol kesehatan sesuai dengan PSBB.

“Akan digelar di empat provinsi, dan 25 kabupaten kota mulai hari ini. Sehingga kita harapkan, kedisiplinan yang kuat dari masyarakat, agar semakin terjaga dan kita harapkan nantinya curva penyebaran covid ini akan semakin menurun,” kata Presiden Jokowi.

Sementara itu Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meminta masyarakat agar tetap disiplin melaksanakan PSBB. Diperpanjang atau tidaknya PSBB akan bergantung pada kedisiplinan masyarakat.

“Khusus untuk wilayah Jakarta, dua pekan ini adalah dua pekan penentuan. Kami berkempentingan untuk semua masyarakat mentaati secara displin, sehingga pada saat siklus 14 hari terakhir perpanjangan PSBB, itu tidak perlu diperpanjang. Karena PSBB Jakarta ini berakhir tanggal 4 Juni 2020,” katanya.

Dijelaskan Anies, para ahli saat ini masih mengumpulkan data dan melakukan pemantuan secara menyeluruh. Pada akhir pekan ini akan ada informasinya, sehingga bisa bisa disampaikan kepada masyarakat, hasil kerja bersama ini hasilnya seperti apa.

“Jadi yang menentukan PSBB ini diperpanjang atau tidak itu bukan pemerintah, bukan para ahli, yang menentukan adalah prilaku seluruh masyarakat di wilayah PSBB,” katanya.

Sementara itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyampaikan, ratusan ribu personel, ditempatkan di 1.800 titik di empat provinsi dan 25 kabupaten/kota yang menerapkan PSBB.

“Obyeknya adalah tempat-tempat lalu lintas masyarakat, kemudian mal-mal, pasar-pasar rakyat, kemudian tempat-tempat pariwisata. Dari data yang ada, di empat provinsi dan 25 kabupaten/kota, ada 1.800 obyek yang akan kita laksanakan pendisiplinan tersebut,” ujar Hadi di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Selasa, 26 Mei 2020. (dan/vivanews/foto: kompas)