Angkasa Pura 2

Kemenhub Apresiasi Bantuan 5.000 Unit Rapid Test Covid-19 Pelindo III untuk Calon Penumpang di Pelabuhan

DermagaSelasa, 26 Mei 2020
IMG-20200526-WA0021

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kementerian Perhubungan cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengapresiasi PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III yang telah menginisiasi pemberian bantuan 5.000 rapid test Covid 19 yang diedarkan secara bertahap bagi calon penumpang kapal di pelabuhan di provinsi Jawa Timur dengan tujuan pulau di sekitar pulau Madura.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo mengatakan, Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyambut baik bantuan Rapid Test Covid-19 dari PT. Pelindo III.

“Saya minta agar pada saat pelaksanaannya dapat berkoordinasi dengan Kementerian/Instansi terkait seperti Gugus Tugas Penanganan Covid 19 wilayah Jawa Timur, Kantor Kesehatan Pelabuhan dan juga Otoritas Pelabuhan setempat,” jelas Dirjen Agus di Jakarta, Selasa (26/5/2020).

Sebelum dimulainya Rapid Test Covid 19, PT Pelindo III akan memastikan kembali mekanisme, SOP pelaksanaan di lapangan agar kegiatan dapat berjalan dengan baik, lancar, dan tepat sasaran.

PT Pelindo III menurut Dirjen Agus, menyatakan bahwa pelaksanaan rapid test dinilai sudah mendesak karena adanya perkembangan pasca-Ramadhan dan Lebaran kemarin dan laporan data yang menyebutkan pergerakan masyarakat Jawa Timur yang terpapar Covid-19 naik signifikan.

Untuk itu, sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, PT Pelindo III melihat mekanisme pelaksanaan rapid test dapat secara efektif memutus rantai penyebaran virus dan membantu untuk menentukan tindakan medis selanjutnya.

Adapun, Rapid Test yang akan dilaksanakan tersebut juga merupakan salah satu bentuk kehadiran Pemerintah dan BUMN dalam kondisi pandemi Covid-19 yang akan memasuki tahapan baru, yaitu New Normal.

New Normal adalah suatu kondisi masyarakat yang mulai beradaptasi terhadap pandemi Covid-19 selama vaksin belum ditemukan dengan mengimplementasikan perilaku disiplin terhadap protokol kesehatan dan keselamatan serta kondisi bisnis dengan mencari cara-cara baru, produk baru, dan solusi baru bagi masyarakat demi menjalani kehidupan dalam dunia dengan peradaban dan budaya baru. (omy)