Angkasa Pura 2

Mengenal The Sirens, Geng Motor Gede Wanita yang Kerap Bagi-bagi ASI

OtomotifSelasa, 26 Mei 2020
5cbd71bf48378-lady-bikers_100kpj (1)

NEW YORK (BeritaTrans.com) - Minat masyarakat dunia terkait sepeda motor perlahan mulai berubah. Jika dahulu kendaraan tersebut hanya disukai kaum pria, kini wanita menyimpan ketertarikan serupa. Itulah mengapa, mulai banyak bermunculan klub atau komunitas roda dua beranggotakan kaum Hawa. Salah satunya, The Sirens asal New York, Amerika Serikat.

Klub motor yang pertama berdiri tahun 1986 itu terlahir sebagai bentuk perlawanan anggota terhadap stigma gender. Sang pendiri bernama Cheryl Stewart berharap, kehadiran The Sirens bisa mengubah anggapan masyarakat dunia bahwa wanita bisa melakukan apa yang pria biasa kerjakan.

“The Sirens merupakan representasi dari kekuatan wanita,” ujarnya dikutip dari laman Scarymommy dilansir BeritaTrans.com dari 100kpj.com, Selasa (26/5/2020).

5eccb794d67b6-the-sirens_100kpj_375_211

Meski berstatus sebagai klub motor, namun kelompok yang kerap menunggangi motor gede atau moge itu tak pernah terlibat aksi kriminal, seperti balap-balapan atau membuat gaduh lingkungan sekitar. Sebaliknya, The Sirens justru aktif mengadakan aksi sosial yang berdampak baik bagi warga setempat.

Presiden The Sirens, Jen Baquial mengatakan, kegiatan sosial yang rutin dilakukan hingga kini, ialah bagi-bagi air susu ibu atau ASI dalam kemasan botol ke rumah-rumah warga yang punya anak bayi. Uniknya, saat proses pembagian susu, mereka melakukannya ramai-ramai sehingga terlihat seperti pawai atau touring jarak jauh.

Baquial menambahkan, di negaranya, masih banyak orang tua—terutama ibu yang tak memberikan buah hatinya ASI dan lebih memilih susu formula. Hal itu yang mendorong The Sirens melakukan aksi mulia tersebut.

CIuTkU0UYAAIaIx (1)

Soal ketersediaan ASI, The Sirens bekerjasama dengan The New York Milk Bank, sebagai instansi nirlaba yang rutin memasok kebutuhan susu ibu. Kebiasaan itulah yang akhirnya membuat mereka dijuluki Milk Rider atau pengendara yang suka mengantarkan susu.

“Di sebuah rapat kelompok, saya menjelaskan bahwa kita perlu membantu para ibu dan bayinya. Hal itu saya jadikan fokus, karena ini berkaitan dengan isu kesehatan wanita,” kata Baquial. (fhm/sumber:100kpj)