Angkasa Pura 2

American Airlines dan United Airlines Pangkas 30% Pegawai

Kokpit SDMKamis, 28 Mei 2020
images - 2020-05-28T203632.528

TEXAS (BeritaTrans.com) – Pandemi Corona semakin menekan industri penerbangan hingga harus memangkas jumlah karyawan. Salah satu maskapai yang terdampak adalah United Airlines Holdings Inc.

Maskapai ini akan mengurangi staf manajemen dan administrasi sekitar 30%. Selain itu, American Airlines Group juga harus mengurangi manajemen dan staf pendukungnya sekitar 30%, seperti dilansir Reuters pada Kamis (28/5/2020).

American Airlines juga akan mengurangi karyawan garis depan demi berhemat saat wabah Covid-19. Hal tersebut tertuang dalam surat pemberitahuan manajemen kepada karyawan yang diumumkan kepada publik pada Rabu (27/5).

Semua maskapai penerbangan utama AS mengatakan harus merampingkan komposisi pekerja pada musim gugur. Lantaran bantuan penggajian dari pemerintah AS yang melarang pemutusan hubungan kerja bakal berakhir pada 30 September.

“Meskipun bailout dan likuiditas lainnya meningkat, Amerika harus merencanakan operasi maskapai kecil untuk masa mendatang. Amerika, dengan lebih dari 100.000 karyawan, akan menawarkan opsi sukarela sebelum menerapkan pengurangan sukarela jika tidak ada cukup pengambilan,” kata Wakil Presiden Eksekutif People dan Global Engagement American Airlines Elise Eberwein dalam surat itu.

Setelah mengurangi jajaran manajemennya, perusahaan akan beralih ke karyawan garis depan termasuk pramugari dan pilot. Karyawan ini akan menerima cuti sukarela baru dan opsi pensiun dini pada bulan Juni dengan tujuan menghindari cuti sukarela.

“Ini adalah tujuan, meskipun, bukan komitmen, dan tujuan yang luas pada saat itu,” kata Eberwein. Ia menambahkan perusahaan akan bekerja dengan serikat pekerja dalam beberapa minggu dan bulan mendatang.

American mengatakan akan mempercepat pensiunnya armada dan memperkirakan akan menerbangkan sekitar 100 lebih sedikit pesawat di musim panas 2021. Hampir 40.000 karyawan telah memilih cuti sukarela sementara atau pensiun dini.

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Amerika Doug Parker mengatakan maskapai itu berharap untuk menghindari cuti dan menolak spekulasi bahwa itu atau operator besar A.S. lainnya harus mengajukan perlindungan kebangkrutan karena krisis coronavirus. (fhm)