Angkasa Pura 2

Sektor Transportasi Laut Siap Masuki Era New Normal

DermagaKamis, 28 Mei 2020
IMG-20200528-WA0025

IMG-20200528-WA0026

MAKASSAR (BeritaTrans.com) – Sektor transportasi laut siap memasuki era New Normal. Hal ini guna memulihkan roda ekonomi agar bisa kembali berjalan normal sebagai dampak wabah Pandemi Covid-19 yang diputuskan Pemerintah.

New Normal merupakan suatu perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas secara normal, tetapi dengan menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19.

“Pemberlakuan kondisi New Normal ini rencananya akan di mulai 7 Juni 2020,” ujar Direktur Lalu Lintas dan Agkutan Laut, Capt. Wisnu Handoko di Makassar, Kamis (27/5/2020).

Terkait dengan hal ini, maka seluruh unsur dan lapisan masyarakat diharapkan dapat mendukung kebijakan New Normal.

Capt. Wisnu melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Makassar sekaligus memimpin Rapat Pembahasan Kesiapan Antisipasi Pembatasan Perjalanan Arus Balik dan Protokol Covid Rapid Test/PCR Swab bagi Penumpang Angkutan Laut di Pelabuhan Utama Makassar.

Menurutnya, guna mengantisipasi pemberlakuan kondisi New Normal pada angkutan laut, semua jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan stakeholder terkait harus segera bersiap untuk menghadapi situasi baru ini.

“Prinsip utamanya adalah pengaturan transportasi laut dengan tetap menyesuaikan peradaban hidup yang baru, yaitu dengan mengatur secara ketat protokol kesehatan Covid -19 dengan memberikan pengawasan secara optimal pada tempat-tempat yang rentan berkumpulnya orang termasuk pada sektor angkutan laut seperti selalu menjaga kebersihan dengan rajin cuci tangan, tetap memakai masker dan physical distancing,” kata dia.

Untuk itu, guna mengantisipasi pemberlakukan New Normal tersebut pihaknya akan mengikutsertakan Operator BUMN yaitu PT Pelni dan para Operator swasta lainnya berkaitan dengan penyediaan tiket angkutan laut dengan tetap menegakan aturan protokol covid-19.

“Penumpang harus melengkapi syarat-syarat seperti harus adanya surat kesehatan bebas covid-19 dari hasil rapid test, PCR/Swab test dan syarat lain yang telah ditetapkan ketika penumpang akan naik kapal,” tutur Capt. Wisnu.

Bagi calon penumpang angkutan laut yang akan naik kapal bila tidak melengkapi persyaratan sesuai SOP Protokol Covid-19 tentunya tidak boleh dilayani atau diberikan izin untuk ikut naik ke kapal.

Sementara itu, Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Makassar, Rahmatullah saat mendampingi Capt Wisnu menambahkan, selama ini di Pelabuhan Makassar telah terbentuk dan aktif bertugas Satgas Terpadu Covid-19 Transportasi Laut di Propinsi Sulawesi Selatan.

Satgas Terpadu ini bertugas melaksanakan pengawasan, pengendalian, dan penegakkan hukum bagi perjalanan orang yang menggunakan transportasi laut melalui Pelabuhan di Propinsi Sulawesi Selatan.

“Intinya Pelabuhan Makassar dan semua pelabuhan di Propinsi Sulawesi Selatan siap mendukung kebijakan pemerintah terkait penerapan New Normal, karena semua pelabuhan di Sulawesi Selatan telah menyiapkan pengawasan dan pengendalian sesuai protokol Covid-19 termasuk pengawasan dalam penjualan ticket oleh Operator Kapal maksimal 50% dari kapasitas kapal agar physical distancing bisa diterapkan,” tutup Rahmatullah.

Sebagai infomasi Rapat Pembahasan Kesiapan Antisipasi Pembatasan Perjalanan Arus Balik dan Protokol Covid Rapid Test/PCR Swab bagi Penumpang Angkutan Laut di Pelabuhan Utama Makassar, dihadiri Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Makassar, Kepala Kantor Syahbandar Utama Makassar, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Makassar.

Selain itu juga hadir Pelaksanan Harian Kepala Kantor Distrk Navigasi Klas I Makassar, Asops Dan Lantamal VI/Asops Satgas Terpadu Covid-19 Transportasi Laut Sulsel, Direktur Utama PT Pelindo IV (Persero), General Manager PT Pelindo IV Cabang Makassar, Kepala Balai Besar Karantina Ikan Makassar, Kepala Balai Besar Karantina Tumbuhan Makassar, Kepala KKP Kelas 1 Makassar, Kepala UPP III Selayar (melalui video conference), Kepala UPP III Bulukumba (melalui video conference) dan Kepala UPP III Bajoe (melalui video conference). (omy)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari