Angkasa Pura 2

Dirjen Budi Acungkan Jempol Upaya Bersama Penyekatan Lalin Menuju Jakarta

KoridorMinggu, 31 Mei 2020
IMG-20200531-WA0030

IMG-20200531-WA0031

CIREBON (BeritaTrans.com) – Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi menyampaikan rasa terima kasih dan acungi jempol kepada segenap petugas lintas instansi yang telah berusaha untuk melakukan penyekatan terhadap masyarakat yang akan menuju Jakarta.

Hal ini disampaikannya saat menggelar rapat koordinasi Antisipasi Arus Balik dengan Walikota Cirebon, Kapolresta Kabupaten Cirebon, Kapolres Kota Cirebon, dan Kapolres Brebes, Sabtu (30/5/2020).

“Kunjungan saya ini menyampaikan pesan dari Bapak Menteri Perhubungan, ucapan terima kasih kepada jajaran Kepolisian terutama Polres Cirebon Kota dan Kabupaten sampai Brebes. Tidak lupa juga atas dukungan dari Pemerintah Kota Cirebon yang bersama-sama tugas di lapangan,” ujar Dirjen Budi.

Terhitung Sabtu (30/5/2020) hingga Senin (1/6/2020) diprediksi ada sedikit peningkatan jumlah orang yang mau ke Jakarta.

“Kinerja Polri sudah cukup bagus mulai Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur. Artinya penyekatan oleh Kepolisian, Perhubungan, dan Satpol PP sudah sangat baik. Operasi ini akan berakhir tanggal 7 Juni,” katanya.

Kegiatan koordinasi yang dijalin oleh Ditjen Hubdat dengan sejumlah jajaran Polres di Jawa Barat dan Jawa Tengah ini juga dilakukan sebagai upaya untuk memaksimalkan penyekatan terhadap upaya mudik maupun balik oleh masyarakat sehingga dapat menyaring jumlah kendaraan yang menuju Jakarta.

Melalui keterbatasan kondisi ini, dia tahu bahwa tim penanganan Covid-19 di daerah-daerah telah bertugas semaksimal mungkin.

Diakuinya, selama operasi ini sebagian besar masyarakat sudah punya kesadaran untuk tidak mudik.

“Kemungkinan yang mudik adalah profesi yang dari sektor informal karena tidak ada kegiatan ekonomi dan memilih kembali. Hari ini saya memotivasi kembali kepada para rekan-rekan yang bertugas untuk tetap tegas dan menahan masyarakat yang tidak lengkap persyaratannya untuk tidak melintas,” tambah Dirjen Budi.

Menurutnya, bentuk koordinasi yang dijalin dengan pihak Kepolisian di daerah-daerah dan juga Pemda, menentukan keberhasilan langkah penyekatan.

“Ditjen Hubdat yang akan membuat regulasi atau ketentuan atas kegiatan yang dilakukan di lapangan. Namun pelaksananya di lapangan adalah polisi dengan dibantu Dinas Perhubungan. Jadi saya pun pastikan untuk selalu berkomunikasi dengan Kakorlantas,” tutup Dirjen Budi didampingi Direktur Angkutan Jalan Ahmad Yani. (omy)