Angkasa Pura 2

Koordinasi dengan Daerah, Kemenhub Apresiasi Peran Pemda Cegah Arus Balik Pemudik

KoridorMinggu, 31 Mei 2020
IMG-20200531-WA0027

IMG-20200531-WA0028

BANYUMAS (BeritaTrans.com) – Koordinasi dengan daerah, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi didampingi Direktur Angkutan Jalan Ahmad Yani bertenu Bupati Banyumas Achmad Husein beserta Forkopimda Banyumas, Ahad (31/5/2020).

Dalam koordinasi tersebut Dirjen Budi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih dari Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi kepada segenap Pemerintah Daerah yang telah membantu mencegah perjalanan warga ke Jakarta.

“Saya kemarin mulai keliling dari Cirebon hingga Semarang untuk melakukan pemantauan jumlah kendaraan ke arah Jakarta. Jadi yang disampaikan Pak Menteri untuk Forkompimda yang bertugas untuk lebih tegas dan memperketat penyekatannya di daerah masing-masing terutama hari ini dan besok. Beliau juga menyampaikan apresiasi untuk penyekatan Lebaran yang demikian besar kontribusinya dalam kondisi yang susah seperti saat ini,” urai Dirjen Budi.

Dari hasil pantauannya tersebut disebutkan bahwa arah Semarang menuju Jakarta cukup landai dan tidak terjadi keramaian lalu lintas.

“Hasil pantauan, jumlah mobil itu sedikit sekali yang berhasil masuk ke tol. Jadi memang oleh Kepolisian, TNI, Perhubungan, dan Satpol PP harus benar-benar melakukan penyekatan. Oleh karena itu kami ucapkan terima kasih banyak pada pihak-pihak di Banyumas maupun daerah lainnya,” tuturnya.

Selain itu menurut dia, kunjungannya ke Banyumas karena merupakan salah satu konsentrasi tujuan pemudik saat libur Idul Fitri.

“Ada juga perhatian ke Banyumas dan Purbalingga, karena kalau di sini tidak disekat maka di Pejagan nanti akan membludak jumlahnya. Kalau di Pejagan jebol maka penjagaan terakhir di Tol Jakarta-Cikampek KM 47 yang berbatasan langsung dengan Jakarta akan keteteran. Di KM 47 jumlah personel yang bertugas banyak tapi tidak ada artinya kalau terjadi antrean 2-3 km,” jelas Dirjen Budi.

Selain itu salah satu alasan untuk mengamankan kondisi Jakarta dari pemudik yang akan balik yakni karena dipandang sebagai kota pusat bisnis dan ekonomi.

Kondisi Jakarta beberapa hari ini sudah membaik jadi semoga tidak ada lonjakan jumlah pasien positif Covid-19 lagi. Untuknya, harus dicegah kedatangan warga dari luar kota.

Bantuan pencegahannya diperlukan dari Gubernur maupun Bupati lainnya untuk keberhasilan menahan laju Covid-19.

“Saya mengapresiasi tinggi terhadap daerah-daerah yang telah bersama-sama mencegah penularan Covid-19 dengan sungguh-sungguh. Saya mohon juga untuk Kapolres agar hari ini dan besok ada pengamanan yang lebih masif dan ketat lagi,” lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Budi juga sempat membahas mengenai peraturan yang sedang digarap mengenai New Normal yang akan diterapkan untuk lingkup transportasi darat.

“Saya juga sedang membuat konsep kenormalan yang baru atau new normal untuk ranah Ditjen Hubdat. Sepertinya sebagian besar akan kembali ke Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 18 Tahun 2020,” kata dia.

Nanti tetap akan ada pembatasan kapasitas penumpang, juga nanti akan dibahas mengenai ojek online, namun untuk saat ini Dirjen Budi belum memutuskan lebih jauh. (omy)