Angkasa Pura 2

Penghentian Operasional Layanan Bus AKAP dan AKDP Jabodetabek Diperpanjang hingga 7 Juni

KoridorMinggu, 31 Mei 2020
DSC_3285_crop_8_resize_36

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Polana Pramesti mengumumkan perpanjangan waktu penghentian sementara pelayanan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) di terminal bus di wilayah Jabodetabek.

Aturan tersebut tadinya berakhir pada 31 Mei 2020, namun diperpanjang hingga 7 Juni 2020.

Terminal bus yang melayani bus AKAP dan AKDP meliputi baik yang di bawah pengelolaan BPTJ yaitu terminal Jatijajar Depok, terminal Baranangsiang Bogor, terminal Poris Plawad Kota Tangerang, terminal Pondok Cabe Tangerang Selatan maupun yang di bawah pengelolaan pemerintah daerah yaitu terminal Kampung Rambutan, terminal Kalideres, dan terminal Tanjung Priok yang berada di bawah pengelolaan Pemprov DKI, serta terminal Bekasi di bawah pengelolaan Pemkot Bekasi.

Untuk lingkup Jabodetabek, Polana menyampaikan, hanya terminal Pulogebang, Jakarta yang berada di bawah pengelolaan Pemprov DKI Jakarta yang tetap beroperasi memberikan layanan bus AKAP secara terbatas. Pengoperasian secara terbatas ini menurutnya hanya untuk memberikan layanan kepada masyarakat yang memiliki kepentingan perjalanan yang mendapatkan kriteria pengecualian dan memenuhi kriteria yang dipersyaratkan.

“Pengoperasian secara terbatas terminal Pulogebang, untuk menindaklanjuti terbitnya Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 yang kemudian diubah dengan Surat Edaran Nomor 5 Tahun 2020 Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19),” ujar Polana dalam keterangan resminya, Ahad (31/5/2020).

Polana menambahkan, penghentian operasi pelayanan tidak berlaku bagi angkutan perkotaan dan lintas wilayah di dalam Jabodetabek. Sejak 24 April sampai dengan 25 Mei 2020, beberapa terminal masih memberikan layanan angkutan perkotaan dan lintas wilayah dalam Jabodetabek.

Antara lain, Baranangsiang yang selama periode tersebut setiap hari rata-rata melayani kurang lebih 77 penumpang, terminal Pulogebang rata-rata 34 penumpang/hari, terminal Tanjung Priok 86 Penumpang/hari, terminal Kalideres sejumlah 246 penumpang/hari dan terminal Kampung Rambutan rata-rata 1.036 penumpang/hari. Adapun untuk terminal Bekasi rata-rata setiap harinya melayani sebanyak 12 penumpang/hari.

Polana berharap, perpanjangan penghentian layanan sementara pelayanan ini dapat menghambat pergerakan orang yang bermaksud balik atau masuk ke wilayah Jabodetabek yang berpotensi dapat kembali menyebarkan penyakit covid-19, mengingat seluruh wilayah Jabodetabek masih menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Kami mengimbau kepada masyarakat yang terlanjur mudik keluar Jabodetabek untuk menunda terlebih dahulu perjalanan kembali ke Jabodetabek,” ujar Polana. (fhm)