Angkasa Pura 2

Tak Wajib PCR, Penumpang Garuda Bisa Gunakan Opsi Rapid Test Covid-19

Bandara KokpitMinggu, 31 Mei 2020
IMG-20200531-WA0006

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Tak wajib lakukan tes polymerase chain reaction  (PCR) untuk kelengkapan dokumen kesehatan saat akan terbang, penumpang Garuda Indonesia bisa juga melengkapi hasil rapid test.

Sebelumnya berdasarkan ketentuan, masyarakat yang memasuki wilayah DKI Jakarta dengan menggunakan transportasi udara mulai Selasa (26/5/2020) wajib memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) dan hasil tes swab PCR mandiri. Adapun rapid test tidak berlaku.

Menurut Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, sesuai dengan ketentuan dari otoritas bandara maka tak lagi diwajibkan PCR melainkan bisa dengan Rapid Test.

“Bukan kami mengizinkan dan menerima hasil hanya hasil rapid test melainkan oleh otoritas bandara. In sya Allah tida ada karantina (untuk penumpangp),” katanya Jumat (29/5/2020) dilansir dari bisnis.com.

Hasil rapid test diketahui hanya berlaku tiga hari sedangkan untuk PCR berlaku selama tujuh hari.

Kata dia maskapai yang beroperasi melayani rute ke dan dari bandara berkode CGK harus memberikan sosialisasi kepada calon penumpang terkait hal persyaratan dokumen yang harus dilengkapi itu.

“Hal itu harus kami sampaikan sebagai upaya antisipasi di bandara Soetta agar tetap kondusif,” ujarnya.

Irfan mengemukakan bahwa dalam SE no.05/2020 gugus tugas dan pergub no.47/2029, persyaratan yang dibolehkan keluar atau masuk bepergian dari Bandara Soetta harus memiliki persyaratan di antaranya SIKM dan hasil tes kesehatan.