Angkasa Pura 2

Airnav Lakukan Pencegahan dan Edukasi Keselamatan Penerbangan dan Balon Udara

Bandara KokpitSenin, 1 Juni 2020
IMG-20200601-WA0029

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Untuk mengurangi jumlah balon udara liar, Airnav Indonesia terus melakukan langkah-langkah preventif.

Pada tahap pencegahan dan edukasi, AirNav Indonesia menurut Direktur Utama Airnav Indonesia M. Pramintohadi Sukarbo, telah melakukan koordinasi intens dengan pemerintah daerah khususnya yang terdapat pegiat balon udara tradisional di daerahnya.

“AirNav Indonesia telah menyampaikan konten-konten dalam bentuk komik, video maupun spanduk mengenai edukasi penerbangan balon udara yang sesuai dengan PM 40 Tahun 2018 tentang penggunaan balon udara pada kegiatan budaya masyarakat maupun ancaman sanksi pidana yang terdapat pada Undang-Undang nomor 1 tahun 2009 tentang penerbangan bagi pelaku penerbangan balon udara liar,” ujar Pramintohadi di Jakarta, Senin (1/6/2020).

Konten tersebut disampaikan melalui berbagai media daring yang tersedia di tengah pandemi Covid-19 yang tengah melanda Ibu Pertiwi.

“Koordinasi intens kami bangun misalnya dengan Pemerintah Kabupaten Wonosobo dan Pemerintah Kota Pekalongan. Pemerintah Kabupaten Wonosobo telah melarang penerbangan balon udara tradisional dalam pencegahan penyebaran COVID-19 serta keamanan dan keselamatan penerbangan yang tertuang di dalam Surat Pemerintah Kabupaten Wonosobo Nomor: 130/155/2020 tanggal 11 Mei 2020,” paparnya.

Selain itu, Pemerintah Kota Pekalongan menerbitkan Surat Edaran Walikota Pekalongan Nomor: 443.1/024 tanggal 26 Mei 2020. Kedua surat tersebut menyampaikan kepada seluruh masyarakat Wonosobo dan Pekalongan agar tidak mengadakan kegiatan pembuatan, penerbangan, festival maupun kegiatan sejenisnya terkait dengan balon udara tradisional.

Pada tahap penindakan, AirNav Indonesia menerima informasi dari tim gabungan unsur TNI, POLRI dan pemerintah daerah mengenai penindakan di lapangan.

“Kami mendapat informasi terdapat total ratusan balon udara siap terbang yang disita oleh aparat penegak hukum yang melakukan razia di Pekalongan, Wonosobo dan Ponorogo,” kata dia.

Keberhasilan upaya-upaya tersebut menurut Pramintohadi disebabkan pula oleh tingginya peran serta masyarakat dalam menjaga keselamatan penerbangan.

“Masyarakat secara umum kini semakin sadar mengenai potensi gangguan keselamatan yang dapat diakibatkan oleh balon udara liar. Kami memantau di daerah-daerah pegiat balon udara, sudah terbentuk komunitas-komunitas masyarakat yang semakin solid turut serta mengkampanyekan keselamatan penerbangan,” ungkapnya.

Tak lupa Airnav Indonesia berterima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah turut serta meningkatkan keselamatan penerbangan di ruang udara Nusantara. (omy)