Angkasa Pura 2

Corona Paksa Emirates PHK Pegawai dan Potong Gaji

Kokpit SDMSenin, 1 Juni 2020
wire-29046440-1590948623-198_634x421

DUBAI (BeritaTrans.com) – Maskapai berbasis di Dibai, Uni Emirat Arab, Emirates mengumumkan pada hari Minggu bahwa pihaknya mem-PHK sejumlah karyawan karena pandemi coronavirus telah menghentikan penerbangan global.

Emirates menolak memberikan angka tentang berapa banyak staf yang dipecatnya.

“Kami telah berusaha untuk mempertahankan keluarga saat ini seperti … tetapi telah sampai pada kesimpulan bahwa kami sayangnya harus mengucapkan selamat tinggal kepada beberapa orang hebat yang bekerja dengan kami,” kata Emirates itu dalam sebuah pernyataan.

Maskapai itu mengatakan akan memperlakukan staf yang dipecat “dengan adil dan hormat.”

Emirates Airline memproyeksikan industri penerbangan membutuhkan waktu selama 18 bulan pascapandemi corona, untuk memulihkan kembali permintaan terhadap jasa perjalanan.

Chairman dan Chief Executive Officer (CEO) Emirates Airline and Group Sheikh Ahmed bin Saeed Al Maktoum menyimpulkan pandemi covid-19 akan memiliki dampak besar pada kinerja keuangan 2020-2021.

Emirates, yang dimiliki oleh dana kekayaan negara Dubai, sudah mengurangi gaji untuk stafnya. Maskapai mengumumkan keuntungan $ 288 juta pada tahun 2019, tetapi mengakui virus akan sangat memengaruhi bisnis.

Sebelumnya diberitakan Emirates Group berencana untuk melakukan PHK terhadap 30.000 karyawannya untuk mengurangi biaya. Hantaman badai virus Corona dirasakan juga oleh maskapai ini.

Maskapai Emirates akhirnya merasakan juga apa yang dirasakan oleh maskapai besar lainnya selama masa pandemi Corona. Bayang-bayang PHK karyawan akan menghantui mereka dalam waktu dekat.

Menurut laporan Bloomberg yang dilansir detikTravel, Selasa (19/5/2020), Emirates Group berencana akan memangkas 30.000 pekerja mereka guna mengurangi biaya akibat pandemi virus Corona. Jumlah tersebut berarti hampir 30% dari total karyawan Emirates yang mencapai 105.000 orang di akhir bulan Maret.

Menurut sumber internal Emirates, pengumuman tersebut belum dilakukan oleh perusahaan dengan alasan tertentu. Perusahaan sedang melakukan review soal biaya dan sumber daya untuk proyeksi bisnis ke depan.

“Keputusan apapun akan dikomunikasikan dengan cara yang baik. Seperti bisnis bertanggung jawab lainnya lakukan, tim eksekutif kami tela mengarahkan semua departemen untuk melakukan review terhadap biaya dan sumber daya untuk proyeksi bisnis,” ungkap juru bicara Emirates tersebut.

Selain itu, Emirates Group juga sedang mempertimbangkan untuk mempercepat rencana memensiunkan armada Airbus A380 milik mereka. Pesawat berbadan besar tersebut memiliki kapasitas 850 penumpang untuk perjalanan jarak jauh.

Tambah Utang

Di awal bulan ini, maskapai Emirates sudah mengumumkan akan menambah utang guna membantu untuk melewati pandemi virus Corona. Selain menambah hutang, mereka juga akan melakukan langkah lain untuk menghadapi bulan-bulan tersulit sepanjang sejarah bagi industri penerbangan.

Kondisi tersebut disebabkan kebijakan perusahaan menangguhkan sementara operasi penumpang sejak 25 Maret 2020. Selain itu bisnis usaha grup lainnya yakni sama-sama terpengaruh oleh merosotnya lalu lintas penerbangan dan permintaan perjalanan di seluruh dunia.

Sheikh menjelaskan sejauh ini telah mengambil langkah-langkah manajemen biaya yang agresif, dan langkah-langkah lain yang diperlukan untuk melindungi bisnis sambil merencanakan untuk memulai kembali bisnis.

“Kami berharap setidaknya akan memakan waktu 18 bulan, sebelum permintaan perjalanan kembali ke keadaan normal. Sementara itu, kami secara aktif terlibat dengan regulator dan pemangku kepentingan yang relevan, karena mereka bekerja untuk mendefinisikan standar untuk memastikan kesehatan dan keselamatan pelancong dan operator di dunia pascapandemi,” jelasnya, Rabu (11/5/2020).

Maskapai yang berbasis di Dubai tersebut pada tahun lalu juga secara cermat melakukan efisiensi biaya sambil berinvestasi untuk memperluas peluang bisnis dan pendapatan. Menurutnya, melalui tinjauan berkelanjutan terhadap struktur kerja dan penerapan sistem teknologi telah berhasil mengkatkan produktivitas dan peningkatan biaya tenaga kerja.

Selain itu, selama pandemi melanda telah mengambil semua langkah untuk melindungi tenaga kerja terampil kami, dan memastikan kesehatan dan keselamatan karyawan dan pelanggan. Hal ini, tekannya, akan tetap menjadi prioritas utama kami karena perusahaan menavigasi pengembalian bertahap ke dalam operasional dalam beberapa bulan mendatang.

Kinerja

Secara kinerja hingga akhir tahun lalu, total kapasitas penumpang dan kargo Emirates turun 8% menjadi 58,6 miliar ATKM pada akhir 2019-2020 akibat pembatasan kapasitas penutupan landasan pacu DXB dan dampak corona dengan penangguhan lengkap layanan penumpang seperti yang diarahkan oleh pemerintah Uni Emirates Arab selama Maret 2020.

Kinerja lalu lintas penumpang secara keseluruhan menurun empat persen karena Emirates mengangkut 56,2 juta penumpang sejalan dengan penurunan kapasitas tempat duduk sebesar 6 persen.

Namun, secara keseluruhan maskapai ini berhasil mencapai load factor sebesar 78,5 persen. Perkembangan positif dalam faktor kursi penumpang dibandingkan dengan pada tahun lalu sebesar 76,8 persen.

Manajemen berhasil mengelola kapasitas maskapai dan diikuti dengan tingginua permintaan perjalanan di hampir semua pasar sebelum terjadinya covid-19 pada kuartal IV/2019.

Emirates juga menerima enam pesawat baru selama tahun keuangan, semua A380. Selama 2019-20. Pesawat baru ini menggantikan enam pesawat tua yang terdiri dari empat Boeing 777-300ERs, 777-300ER terakhirnya dan satu pesawat angkut Boeing 777 sehingga jumlah armada tidak berubah pada 270 pada akhir Maret.

Hal ini memperkuat strategi Emirates untuk mengoperasikan armada muda dan modern, karena pesawat modern lebih baik untuk lingkungan, lebih baik untuk operasi, dan lebih baik untuk pelanggan.

Selama tahun ini, Emirates meluncurkan tiga rute penumpang baru yakni Porto (Portugal), Mexico City (Mexico) dan Bangkok-Phnom Penh. Ini juga melengkapi pertumbuhan jaringan organiknya dengan perjanjian codeshare baru yang ditandatangani dengan Spicejet yang akan memberi pelanggan Emirates lebih banyak opsi konektivitas di India.

Selain itu, Emirates memperluas konektivitas global dan proposisi pelanggan melalui perjanjian interline dengan Vueling menambahkan koneksi ke lebih dari 100 tujuan di seluruh Eropa melalui Barcelona, Madrid, Roma dan Milan; dengan maskapai berbiaya rendah Turki Pegasus Airline (PC), menawarkan pelanggan koneksi ke rute yang dipilih di jaringan PC ,dan dengan Interjet Airlines, membuka rute baru untuk penumpang yang bepergian antara Meksiko, Teluk, dan Timur Tengah dan sekitarnya.

Sementara itu Emirates mencatat kinerja pendapatan yang kuat selama kuartal II/2019 hingga kuartal III/2019. Namun penutupan landasan DXB dan krisis covid-19 di kuartal lain memengaruhi total pendapatannya untuk tahun keuangan berjalan dengan penurunan 6 persen menjadi US$ 25,1 miliar.

(jasmine/AFP).