Angkasa Pura 2

Kepada Airnav, Pilot Lapor Balon Udara Liar Turun Drastis

Bandara KokpitSenin, 1 Juni 2020
IMG-20200601-WA0026

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Fenomena balon udara yang ditambatkan sebagai tradisi Lebaran di beberapa daerah setiap tahunnya masih berjalan.

Namun patut disyukuri, Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (Perum LPPNPI) atau yang dikenal dengan AirNav Indonesia, mencatat terdapat penurunan signifikan dari laporan pilot (pilot report) mengenai gangguan balon udara liar pada Lebaran ini dibandingkan periode sama tahun lalu.

Direktur Utama AirNav Indonesia, M. Pramintohadi Sukarno, mengatakan bahwa hingga Senin (1/6/2020) siang, pihaknya hanya menerima tiga laporan pilot mengenai gangguan balon udara liar selama periode Lebaran tahun 2020.

“Kami menerima tiga laporan pilot mengenai gangguan balon udara liar, ini turun drastis dibandingkan periode Lebaran tahun lalu. Pada hari pertama lebaran tahun lalu saja kami sudah menerima 30 laporan pilot mengenai balon udara. Total selama periode lebaran 2019 kami menerima 59 laporan pilot mengenai gangguan balon udara,” ujar Pramintohadi.

Selama tiga tahun terakhir diakuinya, terdapat tren penurunan laporan pilot mengenai gangguan balon udara yang cukup signifikan.

Pada periode Lebaran tahun 2018 kami masih menerima 112 laporan pilot mengenai gangguan balon udara. Kemudian turun hampir setengahnya menjadi 59 laporan pada 2019 dan pada periode lebaran ini menjadi tiga laporan.

“Kami akan terus bekerja keras hingga angkanya menjadi nol laporan,” tuturnya.

Diungkapkan dia, pihaknya dapat menurunkan jumlah laporan gangguan balon udara berkat sinergi erat dengan seluruh pemangku kepentingan industri penerbangan, institusi pemerintah terkait dan komunitas di daerah serta peran masyarakat.

“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya peran serta seluruh elemen yang terlibat dalam menyelaraskan tradisi dengan peningkatan keselamatan penerbangan. Pencapaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen yang terlibat mulai dari Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, POLRI, TNI, komunitas pegiat balon udara dan masyarakat,” urai Pramintohadi.

AirNav Indonesia juga melakukan langkah-langkah cepat dan akurat dalam pencegahan penerbangan balon udara liar, salah satunya adalah dengan memberikan peringatan kepada pilot untuk mewaspadai gangguan balon udara liar melalui penerbitan notice to airmen (NOTAM).

“Kami keluarkan Notam nomor A1165/20 NOTAMN. NOTAM tersebut berisi mengenai peringatan kepada para pilot yang melawati ruang udara di area Pekalongan, Wonosobo, Parakan dan Kajen untuk berhati-hati terhadap potensi gangguan balon udara liar dengan ketinggian yang diperkirakan mulai dari 0 – 28.000 kaki dengan arah dan kecepatan terbang yang tidak diketahui,” imbuh dia. (omy)