Angkasa Pura 2

Miris! Balita Ini Berusaha Membangunkan Ibunya yang Sudah Meninggal di Stasiun Kereta Api

EmplasemenSenin, 1 Juni 2020
seorang-balita-berusaha-membangunkan-ibunya-yang-telah-meninggal-di-stasiun-kereta-api

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Baru-baru ini viral sebuah video yang memperlihatkan seorang balita dengan panik, berusaha membangunkan ibunya yang sudah meninggal di Stasiun Kereta Api Muzaffarpur, India. Ini sangat menyayat hati nan memilukan.

Dalam video yang dibagikan oleh Politikus India, Sanjay Yadav melalui akun twitternya @sanjuydv, memperlihatkan seorang balita yang berusaha membangunkan ibunya yang terbalut selimut.

Balita tersebut tidak mengetahui bahwa sang ibu telah meninggal.

Ia terus saja masuk ke dalam selimut sang ibu kemudian keluar dan masuk lagi hanya untuk mencoba membangunkan ibunya.

Terlihat dibelakang jenazah ibunya tersebut terdapat dua tas ransel besar.

Video berdurasi 14 detik tersebut diunggah oleh Yadav pada Rabu (27/5/2020).

“Anak kecil itu tidak tahu bahwa selimut yang ia mainkan adalah kain untuk menutup jenazah seorang ibu yang tertidur selamanya,” tulis Yadav dalam keterangan videonya.

Yadav mengatakan bahwa Ibu tersebut meninggal karena lapar dan haus saat dalam perjalanan di kereta api selama 4 hari.

“Siapa yang bertanggung jawab atas kematian beliau? Pertanyaan yang kuat harus ditanyakan kepada oposisi atau tidak ??,” sambungnya.

Melansir dari The New Indian Express, Rabu (27/5/2020), Video yang memilukan dan menyayat hati tersebut telah membangkitkan reaksi besar dan empati untuk si balita.

Menurut laporan, Avreena Khatoon, wanita yang berusia 35 tahun meninggal dalam perjalanan menggunakan kereta api ke Katihar dari Ahmedabad.

Wanita itu mendadak meninggal setelah kereta singgah di stasiun Muzaffarpur.

Laporan itu mengatakan bahwa Khatoon meninggal karena kondisi kesehatannya memburuk , yang diduga karena kelaparan.

Jenazah wanita itu kemudian ditarik keluar dari kereta dan digeletakan di peron sampai petugas medis datang dengan ambulans untuk membawanya ke Katihar.

Ketika jenazah itu terbaring ditutupi dengan selembar kain.

Putra kecil almarhum menariknya untuk membangunkannya dengan anggapan bahwa ia tertidur.

Saksi mata mengatakan bahwa balita itu melakukan aksi membangunkan ibunya selama 5 menit.

Aksi yang dilakukan balita tersebut berhenti sampai salah satu petugas medis yang menangani jenazah itu menghentikannya.

Sementara itu, Pemerintah distrik Muzaffarpur mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa wanita itu sakit selama tiga hari terakhir dan meninggal karena sakit.

Namun, salah satu kerabat almarhum, bertentangan dengan pernyataan yang menyatakan bahwa dia meninggal karena kelaparan dan panas hebat di kereta.

Wanita itu adalah pekerja migran, setelah pemerintah memberlakukan lockdown di India pada bulan Maret.

Beberapa dari mereka tidak memiliki perkerjaan atau penghasilan dan mereka harus bertahan untuk hidup.

Karena menganggur, para migran banyak yang kembali ke kampung halaman mereka dengan menempuh ribuan kilometer jauhnya.

Sebagaian dari mereka ada yang berjalan atau bersepeda, mobil atau truk.

Banyak dari mereka yang meninggal sebelum mereka tiba tempat tujuan, baik karena kecelakaan di jalan atau karena kelaparan dan kelelahan. (fhm/sumber serambinews)