Angkasa Pura 2

Aksi Ojol di Tengah Covid-19, Jaga Barikade Jalan Hingga Kampanye Gunakan Masker

KoridorSelasa, 2 Juni 2020
5ed5a0bbaf9f7 (1)

PURWOKERTO (BeritaTrans.com) – Di tengah pandemi virus corona (Covid-19), aksi pengemudi ojek online ( ojol) di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, patut diapresiasi.

Dengan segala keterbatasan, sejumlah pengemudi ojol yang tergabung dalam Komunitas Ojol Cinta Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kocak) secara sukarela membantu pemerintah dalam menekan penyebaran Covid-19.

Sambil bekerja, setiap malam mereka menjaga barikade jalan yang ditutup.

Seperti diketahui, sejak pandemi Covid-19 sejumlah jalan di kawasan perkotaan Purwokerto ditutup, karena adanya pemberlakukan jam malam mulai 20.00 WIB hingga 06.00 WIB.

Tak hanya itu, mereka juga tidak segan mengingatkan para pengendara untuk menggunakan masker.

Seperti yang terlihat di perempatan Srimaya, Senin (1/6/2020) sore, berbekal pengeras suara, pengemudi ojol memberikan imbauan kepada masyarakat.

“Untuk mengisi kekosongan ini kita bantu pemerintah, di rumah saja juga jenuh. Kita ambil sisi positifnya saja, walaupun pendapatan menurun, seperti saya sendiri 24 jam on, tapi hanya dapat satu atau dua orderan saja, hanya cukup buat beli bensin,” kata Koordinator Kocak, Budi Komeng.

Bahkan, mereka mendirikan posko khusus di perempatan Srimaya untuk melakukan sosialisasi.

Titik tersebut dipilih karena merupakan salah satu persimpangan yang padat arus lalu lintas di Purwokerto.

“Segi positifnya, ojol yang sering ngalong (bekerja malam hari), sambil on bid sambil jaga barikade jalan. Untuk yang siang, kita sediakan posko, sambil nongkrong juga mengingatkan masyarakat kalau ada yang melanggar,” tutur Budi.

Menurut Budi di lapangan masih ditemukan pelanggaran yang dilakukan masyarakat.

Misal tidak menggunakan masker atau melanggar aturan jalan satu arah yang diberlakukan di beberapa ruas jalan sejak adanya pandemi ini.

“Kita kan sering di jalan, istilahnya kita saling berbagi bahwa ojol peduli keselamatan berlalu lintas dan peraturan pemerintah. Kita sifatnya hanya mengingatkan saja, ayo kita ciptakan situasi yang kondusif, ikuti anjuran pemerintah dengan jaga kesehatan, menggunakan masker,” ujar Budi.

Budi menjelaskan, komunitas yang digagas oleh Satlantas Polresta Banyumas dan Dinas Perhubungan (Dishub) Banyumas ini dideklarasikan pada Maret 2020 lalu. Saat ini jumlah anggotanya sekitar 1.750 pengemudi.

Kasat Lantas Polresta Banyumas Kompol Davis Busin Siswara mengapresiasi kegiatan yang dilakukan ojol.

Keberadaan ojol sangat membantu tugas kepolisian dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Jumlah anggota Polri dan aparat lain masih jauh dari kata seimbang untuk melayani masyarakat. Keberadaan Kocak ikut membantu menjaga kamtibmas, tapi tentunya dengan koordinasi dan komunikasi yang baik,” kata Davis.

Sementara itu, Kepala Dishub Banyumas Agus Nur Hadi mengatakan, kegiatan “kampanye” keselamatan berlalu lintas dan kesehatan yang dilakukan ojol diharapkan dapat terus berlanjut.

“Kami dan kepolisian selalu membina ojol agar bisa mewujudkan kamtibmas. Kami selalu support kegiatan mereka. Harapan kami teman-teman ojol dapat terus melakukan sosialisasi kepada pengguna jalan setiap hari,” ujar Agus. (dan/kompas/foto: kompas)