Angkasa Pura 2

Hadapi Kenormalan Baru, Balitbanghub Gandeng Akademisi Bahas Kebijakan Sektor Transportasi

LitbangSelasa, 2 Juni 2020
IMG_20200602_140037

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Hadapi kenormalan baru (New Normal) Kementerian Perhubungan terus intensif menggali masukan dari seluruh stakeholder dalam rangka menyiapkan kebijakan di sektor transportasi.

Kali ini melalui Badan Litbang Perhubungan (Balitbanghub) menggandeng para akademisi dari beberapa perguruan tinggi untuk menggali berbagai masukan dan pendapat.

Acara diskusi dihadiri Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai keynote speaker. Hadir pula para rektor perguruan tinggi yaitu Rektor UGM Prof. Panut Mulyana, Rektor UI Prof. Ari Kuncoro, Rektor ITB Prof. Reini. W, dan Rektor ITS Prof. M. Ashari.

“Kolaborasi antara Lembaga Pemerintah dan unsur terkait seperti para akademisi dari Perguruan Tinggi menjadi kunci utama dalam mendukung kesiapan penerapan tatanan kehidupan baru pada sektor transportasi,” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat membuka diskusi bertema “Kolaborasi Merespons Dampak Pandemi Covid-19 Dan Strategi Recovery Pada Tatanan Normal Baru Di Sektor Transportasi” yang di laksanakan secara daring, Selasa (2/6/2020).

Kata dia, pandemi Covid-19 menimbulkan dampak yang sangat signifikan, terutama pada sektor transportasi. Strategi pemulihan harus segera disusun agar dampaknya dapat segera dimitigasi.

Secara khusus Presiden Joko Widodo telah memberikan gambaran pola kehidupan baru dimana masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan produktif namun tetap aman dari penularan Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan.

Mengantisipasi hal tersebut, Kemenhub perlu segera menyusun strategi transportasi di era kenormalan baru dengan mempertimbangkan berbagai aspek dan mendengarkan masukan dari seluruh stakeholders.

Kepala Balitbanghub, Umiyatun Hayati mengatakan, Kemenhub akan mendengarkan segala masukan yang akan menjadi pertimbangan dalam menyusun strategi atau langkah-langkah yang harus disiapkan di sektor transportasi dalam situasi kenormalan baru, baik dari akademisi, para ahli kesehatan, para operator transportasi, dan stakeholders lainnya, termasuk dari anggota masyarakat.

Khusus dari diskusi bersama para akademisi ini, pihaknya berharap diperolej pokok-pokok penelitian yang nantinya dapat dijadikan acuan untuk menyusun kebijakan di bidang transportasi dan dapat mengindentifikasi potensi dan permasalahan yang akan terjadi dan untuk selanjutnya akan dirumuskan langkah-langkah strategis yang perlu diambil.

“Pertemuan ini nantinya akan ditindak lanjuti dengan rangkaian diskusi dan joint research sehingga dalam jangka pendek diharapkan dapat memberikan masukan tentang evaluasi kebijakan dan persiapan new normal,” tutur Hayati. (omy)