Angkasa Pura 2

Khusus Anak Sopir Ambulans dan Nakes di Jatim, Dibebaskan Seleksi Masuk SMA-SMK Negeri Tanpa Tes

Koridor SDMSelasa, 2 Juni 2020
IMG-20200531-WA0020-768x512

SURABAYA (BeritaTrans.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membebaskan masuk SMA/SMK Negeri tanpa test khusus bagi anak sopir ambulans dan nakes yang mendedikasikan diri untuk menangani Covid-19 .

Dalam seleksi penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA, SMK dan PK PLK Negeri tahun ajaran 2020/2021 akan dimulai pada 8 Juni 2020, putra-putri nakes hingga sopir ambulans ini diberi kuota khusus 1 persen.

Total kuota PPDB SMA SMA Negeri Jatim adalah 381.752 kursi. Satu persennya adalah 3.817 kursi untuk kuota khusus tadi.

“Kami siapkan kuota sebesar 1 persen bagi putra putri tenaga kesehatan sampai dengan sopir ambulans, yang telah mendedikasikan diri untuk penanganan pasien Covid-19. Mereka adalah garda terdepan kita dalam melawan covid-19,” kata Gubernur Khofifah, di Gedung Negara Grahadi, Sabtu (30/5/2020) malam.

Kuota yang disediakan itu tersebar di 1.542 SMA Negeri dan 2.081 SMK Negeri di Jawa Timur.

Hal itu sesuai dengan kalkulasi rumah sakit rujukan Covid-19 se Jatim ada 99 buah, sedangkan jumlah nakes yang menangani langsung pasien Covid-19 per RS rata-rata ada 10 hingga 40 orang.

Dari situ angka maksimal per rumah sakit diambil 40 orang aktif menangani Covid-19, artinya ada sebanyak 3.960 orang tenaga kesehatan yang akan mendapatkan kado Pemerintah ini.

Dari situ ditambah asumsi 80 persen tenaga kesehatan, sisanya sopir ambulan maka ada 3.168 anak sopir ditambah nakes yang akan masuk ke SMA SMK Negeri.

Maka disiapkan kuota 3.817 kursi, agar seluruh putra putri tenaga kesehatan dan sopir ambulans Covid masuk bisa tertampung.

“Dengan kuota ini, maka nakes tetap bisa konsentrasi memberi layanan pasien Covid-19 tanpa harus khawatir putra putrinya masuk SMA SMK, karena disiapkan kuota khusus,” kata Gubernur Khofifah.

PPDB SMA/SMK di Jatim Mulai 8 Juni

Di Jawa Timur, tahapan PPDB jenjang SMA/SMK/PK-PLK dimulai 8 Juni 2020. Untuk jenjang SMA/SMK ditandai dengan pengambilan PIN (Personal Identification Number) bukti siswa telah terdaftar secara resmi.

Dalam PIN tersebut selain tercantum identitas calon peserta didik juga terdapat informasi tentang geoposisi tempat tinggal pendaftar untuk menentukan zona sekolah yang dipilih.

Semua tahapan PPDB 2020 untuk SMA/SMK di Jawa Timur ini dilaksanakan secara online. Sedangkan untuk jenjang SLB (PK-PLK) dilaksanakan secara offline, karena harus diketahui tingkat kebutuhan khususnya.

Terdapat lima jalur PPDB ke jenjang SMA/SMK di Jawa Timur. Pertama jalur zonasi, kedua jalur afirmasi, ketiga jalur pindah tugas ortusis, keempat jalur prestasi akademik, kelima jalur prestasi lomba akademik dan non akademik.

Jalur zonasi didasarkan pada jarak tempat tinggal dengan sekolah, jalur prestasi akademik didasarkan pada prestasi rerata akademik pada semester 1 hingga 5 dan indeks sekolah yang diambil dari rerata nilai Ujian Nasional Sekolah 2019.

Untuk jjalur prestasi lomba didasarkan pada sertifikat lomba akademik dan lomba non akademik. Lalu untuk jalur afirmasi diperuntukkan bagi calon peserta didik yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu dan peluang distribusi kewilayahan.

Lalu jalur pindah tugas orang tua siswa yang didasarkan pada perpindahan kerja para orang tua siswa. Di jalur ini untuk menampung anak guru, anak dari tenaga kesehatan dan sopir ambulans yang menangani langsung Covid-19.(fhm/sumber:nusadaily)