Angkasa Pura 2

Cegah Penularan Virus, Taksi Online Gunakan Sekat Plastik

KoridorKamis, 4 Juni 2020
gojek 3

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Sekat plastik buat ojek online (ojol) bukan yang pertama untuk transportasi online. Penyedia jasa transportasi online sudah lebih dulu menerapkan perangkat itu pada taksi online untuk membatasi kontak antara pengemudi dan penumpang guna mencegah penularan virus corona (Covid-19).

Ketua Dewan Asosiasi Driver Online (ADO) Christiansen Wagey mengatakan pengemudi yang menggunakan sekat rata-rata mendapat ‘bantuan’ dari Grab Indonesia dan Gojek. Mobil para mitra dikatakan dipasangi partisi secara cuma-cuma.

“Jadi mereka difasilitasi dari perusahaan, tapi masih terbatas,” kata Christiansen melalui pesan singkat, Selasa (2/5/2020).

Menurut dia tidak ada kriteria khusus agar pengemudi dapat memperoleh sekat itu secara gratis. Menurut dia yang penting akun pengemudi harus aktif selama masa pandemi.

“Artian aktif, masih terus on trip di kondisi pandemi ini,” ucapnya.

Gojek Indonesia membenarkan jika perusahaan telah memfasilitasi sekat plastik gratis bagi para mitra. Sekat itu dikatakan sebagai protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.

Senior Vice President Transport Marketing Gojek Monita Moerdani mengatakan sekat pelindung ini diimplementasikan secara bertahap pada kota-kota operasional utama Gocar di Indonesia.

“Berdasarkan data internal Gojek, di tengah pandemi layanan Gocar masih tetap dibutuhkan pengguna. Oleh karena itu, fasilitas sekat pelindung akan membantu untuk memastikan keamanan dan kesehatan pengguna dan mitra kami,” kata Monita.

Hingga pekan terakhir Mei disebut sudah ada 1.000 unit Gocar di Jabodetabek dan Semarang yang dilengkapi sekat itu. Daerah berikutnya yang akan diimplementasikan bertahap yaitu Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Palembang, Makassar, serta Bali.

“Fasilitas ini melengkapi SOP keamanan Gojek yang telah kami terapkan sejak awal pandemi yaitu pembatasan jumlah penumpang, serta mewajibkan penumpang dan mitra driver menggunakan masker selama perjalanan,” ungkap Monita.

Sementara itu Christiansen melanjutkan pihaknya belum menyerukan kepada anggotanya agar menjadikan sekat plastik sebagai standar pencegahan penularan Covid-19 di taksi online. Anggota ADO yang terdaftar sebelum pandemi ini mencapai 20 ribu orang di 23 provinsi Indonesia.

“Dalam waktu dekat kami baru akan membahas untuk adaptasi di kondisi new normal,” ucap Christiansen.(amt/cnnindonesia.com/foto:dok:gojek)