Angkasa Pura 2

Nasib Ojol: Uang Sekolah Anak Nunggak, Isteri Ngomel Terus

KoridorKamis, 4 Juni 2020
20200604_131401_resize_88

BEKASI (BeritaTrans.com) - Tidak banyak yang bisa dilakukan pria paruh baya ini, sebagai tukang ojek online (Ojol) di Jabodetabek, meski di tengah pandemi Covid-19 dengan adanya kebijakan dilarang mengakut penumpang.

Adalah Alif pengemudi Grab mengaku pendapatannya sangat berkurang, karena hanya boleh mengantar barang paket dan pesanan makanan saja.

Meski mengaktifkan akun dari pagi, pesanan dan penghasilannya tetap saja sedikit karena tidak dapat mengakut penumpang lagi.

“Dulu sebelum PSBB, dapat bisa Rp150 ribu, sekarang kadang dapat Rp 50 ribu, belum lagi bensin, trus yang lain, bawa pulang cuma Rp.20 ribu,” kata ayah satu orang anak ini bercerita kepada BeritaTrans.com Kamis (4/5/2020).

Pandemi Covid-19 dia tetap harus membayar tagihan untuk tempat tinggal. Meski anaknya telah diliburkan sekolah, biaya SPP sempat menunggak selama tiga bulan, dia pun hanya mampu melunasinya sebagian dengan syarat tertentu kepada SMP swasta itu.

“Uang sekolah (anak) tiga bulan baru bayar separuhnya ni, harus pakai surat keterangan kurang mampu dari RT lagi kemarin,” keluhnya.

Saat pulang cepat dia juga kerap diomelin istri namun dia tetap bersyukur dan membalas celotehan kekasihnya itu dengan bercanda.

“Uang kontrakan kan gak libur, kadang pulang diomelin sama istri, pulang gak bawa uang, saya suru aja istri saya narik ‘kalo gak percaya nah, narik nah!” cerita Alif sambil menirukan omelan istrinya.

Warga Pengasinan, Kota Bekasi, Jawa Barat tersebut juga mengaku, selama ini dapat bantuan sembako dari pemerintah, dia berharap juga kepada pemerintah untuk memberinya uang yang dapat ia belanjakan secara pribadi sesuai kebutuhan.

“Alhamdulillah sembako dapat, meski semua kecil-kecil bungkusnya, botol kecap kecil, semua kecil, maunya dikasih uang juga karena biar bisa beli gas sama bayar listrik kan,” katanya. (fhm)